Setubuhi Siswi SMP, Supir Angkot di Kutacane Ditangkap Polisi

Kutacane, Akuratnews.com - Seorang pemuda JL (22) yang sehari hari berprofesi sebagai pengemudi angkutan umum di Aceh Tenggara harus mendekam dijeruji besi sel tahanan Polres Aceh Tenggara, karena perbuatan telah melakukan pencabulan terhadap "Bunga" (nama samaran) yang masih duduk dibangku SMP berusia (16) tahun .

Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara Iptu Kabri, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bripka Apriadi membenarkan peristiwa terjadi pencabulan terhadap bunga, peristiwa ini terbongkar pada Hari Raya Idul Adha lalu , saat itu bibi korban berinisial M (37) tahun menemukan testpek bekas di kamar mandi rumah tempat tinggal korban.

Keluarga korban yang tidak menerima atas perbuatan JL, membuat laporan kepihak kepolisian di Aceh Tenggara pada selasa (27/8/2019) .

Korban Bunga merupakan anak yatim piatu, yang selama ini tinggal bersama nenek nya di sebua desa di kecamatan Lawe Sigala- Gala kabupaten Aceh Tenggara, yang keseharian dinilai baik.

"Pada Jum'at (30/8) dini hari pelaku diringkus pihak kepolisian Polres Aceh Tenggara saat menunggu sewa angkutan umum, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan dan dia mengakui atas perbuatan yang dilakukannya selama ini," ungkap Apriadi kepada awak media yang hadir disaat Konprensi Pers di Polres Aceh Tenggara, Jumat, (30/08/2019).

Dari hasil penyelidikan pelaku sudah tiga kali melakukan perbuatan layaknya hubungan suami istri disalah satu tempat bangunan sebuah toilet yang terbengkalai sekolah dasar (SD) yang ada di desa mereka.

Untuk hasil hamil atau tidaknya Bunga saat ini sedang menunggu Visum dari dokter, sebelum melakukan aksi asusila terhadap bunga, JL menjanjikan pada korban dengan memberikan uang seratus ribu rupiah di setiap selesai melakukan perbuatan biadabnya, serta menjanjikan akan menggratiskan ongkos angkutan umum terhadap Bunga disetiap Bunga pulang pergi ke sekolah, dengan mobil angkut milik Jl.

Akibat perbuatannya, pelaku diboyong kepolres guna penyelidikan lebih lanjut karena telah melanggar pasal 80 ayat 1 jo 76 D UU RI no 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak .

Penulis: Hasbi
Editor: Redaksi

Baca Juga