Siapkan Capex Rp4 Triliun, Adhi Karya Bidik Proyek Jalan Tol

Jakarta, Akuratnews.com - Emiten pelat merah PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp4 triliun pada tahun ini. Dana capex ini didapat dari kas internal sebanyak 30% dan sisanya dari pinjaman perbankan sebesar 70%.

Direktur Utama ADHI Budi Harto mengatakan dana capex tersebut sebagian besar untuk biaya operasional dan mengembangkan proyek yang akan dibangun.

Emiten yang bergerak di bidang konstruksi ini berencana menggarap proyek jalan tol Yogyakarta-Solo sepanjang 160 kilometer (km). Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp21 triliun.

Adapun dalam pembangunan proyek jalan tol ini perseroan akan berkerja sama dengan Gama Group. “Sudah siap desain dari kami dan tinggal tunggu tendernya saja. Nanti ADHI dapat keistimewaan,” ujar Budi di Jakarta, Senin (15/04/2019).

Budi menyebut, ADHI sudah melakukan pengajuan usulan terkait rencana dan desain proyek ini kepada pemerintah. Nantinya, pihak pemerintah yang akan membuka tender untuk menggarap proyek ini.

“Tahun ini tendernya, kemungkinan tahun depan mulai pengerjaannya,” kata dia.

Selain pembangunan tol, ADHI juga bakal membangun rel kereta layang atau elevated loop line untuk lintasan kereta rel listrik komuter (KRL Commuter Line) di dalam kota Jakarta. Panjang rel mencapai 24 kilometer.

Proyek itu bertujuan meminimalisasi terjadinya gangguan akibat perlintasan sebidang yang ada saat ini. Sehingga, jalur kereta KRL akan dibuat secara layang. Loop line juga dianggap mengurangi gangguan lalu lintas jalan raya.

Adapun nilai investasi pada proyek tersebut mencapai Rp15 triliun. Saat ini, ADHI masih membuat rancangan proyek secara detail sebelum disampaikan kepada pemerintah sebagai penanggung jawab. Tender proyek untuk KRL layang ini akan dilakukan akhir tahun 2019.

"Nanti yang bertanggung jawab Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," dan lainnya.

Kontraktor proyek rail light transit (LRT) ini juga optimistis target kontrak baru sepanjang 2019 senilai Rp30 triliun dapat terlampaui. Terutama dari proyek penyediaan air minum, jalan tol dan jalur KRL yang diharapkan dapat tembus saat proses tender.

Sementara itu, Direktur PT Adhi Karya Tbk Partha Sarathi mengatakan, pihaknya menargetkan laba bersih tumbuh hingga 20% pada tahun ini.

Sebagai informasi, ADHI membukukan kenaikan laba bersih sebesar 24,97% tahun 2018 menjadi Rp644,15 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp515,41 miliar.

Sedangkan pendapatan bersih tumbuh tipis 3,29% menjadi Rp15,65 triliun, dari tahun sebelumnya Rp15,15 triliun.

Dengan demikian, emiten konstruksi berpelat merah ini menargetkan pertumbuhan laba senilai Rp128,83 miliar menjadi Rp722,98 miliar.

Sementara itu, pertumbuhan laba ditargetkan senilai Rp3,13 triliun menjadi Rp18,78 triliun.

IPO anak usaha

Pada tahun ini, ADHI berencana mengantarkan anak usahanya melantai di Bursa Efek Indonesia yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP).

ACP berencana akan listing di bursa pada semester II-2019 dengan target perolehan dana mencapai Rp3 triliun atau sebesar 35% dari modal ditempatkan dan disetor.

"Jadi nanti Rp1 triliun untuk bayar utang, Rp1,5 triliun untuk pengembangan lahan berbasis sistem transportasi masal, dan sisanya Rp500 miliar untuk modal kerja," katanya.

ACP memang dikhususkan untuk mencari peluang proyek mengembangkan wilayah yang berdekatan dengan angkutan massal alias transit oriented development (TOD).

Lebih lanjut, Budi mengatakan, setiap tahun perseroan akan mendorong anak usaha untuk menjadi perusahaan publik. "Nanti 2020 ada PT Adhi Persada Gedung (APG) dengan target perolehan dana Rp1,5 triliun," kata Budi.

Sementara itu, perseoran masih menggodok dalam memilih penjamin pelaksana emisi efek. "Masih di pilih-pilih," ucapnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga