Sidak Agen Penjualan Pupuk, DPRK Aceh Tenggara Temukan Penjualan Ganda

Kutacane, Akuratnews.com - Komisi B DPRK bersama Mahasiswa melakukan sidik mendadak (SIDAK) dengan sasaran agen penjualan pupuk Organik, Kamis  (17/10/2019) di Aceh Tenggara.

Anggota komisi B DPRK Agara Tomi Selian dari partai PKB diutus oleh Dewan DPRK, beserta sejumlah Mahasiswa terjun kelapangan guna menyelidiki agen toko penjualan pupuk organik yang menggunakan metode pembelian ganda atau gandeng antara pupuk urea bersubsidi dengan NPK PIM (produksi PT Pupuk Iskandar Muda) yang non subsidi.

Beberapa pekan lalu masyarakat petani di kabupaten Aceh Tenggara mengalami kelangkaan pupuk. Penghasilan para petani pun menurun total dengan hasil yang tidak memuaskan.

Hal ini diceritakan salah seorang warga petani bernama Edi (38) kepada awak media. Menurutnya, akibat kelangkaan pupuk yang menimpa warga, hasil panen pun kurang memuaskan.

"Keluhan warga ditanggapi oleh Dewan dan sejumlah Mahasiswa untuk mengantisipasi penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran. Hal ini jangan sampai terjadi," ungkap  Tomi.

Menurut dia, masalah lainnya adalah soal pembelian pupuk Urea. Pihak distributor menganjurkan kepada kios atau agen untuk menebus pupuk urea plus NPK PIM pupuk nonsubsidi dengan harga Rp140 ribu.

Dengan rincian harga, untuk 1 satu sak pupuk urea seharga Rp100 ribu pembeliannya harus digandeng dengan 4 kg NPK PIM seharga Rp40 ribu, sehingga masyarakat harus membayar dengan harga Rp140 ribu untuk 1 sak urea dan NPK PIM .

Tomi mengharapkan kepada Distributor jangan membuat kebijakan yang dapat merugikan masyarakat, agar pupuk dapat tersalurkan dengan baik

"Dengan Penyaluran pupuk yang tepat sasaran, para petani diharapkan bisa mendapatkan hasil yang berlimpah," tandas Tomi. (*)

Baca Juga