Sidang Lanjutan Korupsi ASABRI, BPK Paparkan Kerugian

Suasana persiapan sidang Korupsi ASABRI, yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (PN Jakpus).

AKURATNEWS - Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menggelar sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi PT Asabri (Persero) yang disebut merugikan negara sebesar Rp 22.7 triliun, Senin (29/11/21).

Sidang yang menjerat Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020; Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015; Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019; Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan; Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM); Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX); Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations; serta Mantan Dirut PT Asabri Adam R Damiri sebagai terdakwa ini dimulai dengan mendengarkan keterangan lanjutan dari Saksi Ahli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Pada sidang ini, Ahli menyampaikan perhitungan kerugian yang disebabkan oleh masing-masing terdakwa.

"Sebelumnya menyatakan bisa memberikan perhitungan jika diberi waktu, apakah saudara sudah bisa memberikan?," tanya hakim.

"Sudah yang mulia," jawab ahli.

"Penempatan dana investasi PT Asabri persero yang belum kembali sampai 31 Desember 2019 yang pertama bapak Adam Damari selaku Direktur Utama PT Asabri Rp 2.7 Triliun terdiri dari saham Reksadana, bapak Bahtiar Efendi 1 Triliun," papar Ahli dari BPK.

Namun, ahli hanya menyampaikan perhitungan untuk 4 terdakwa yakni Adam R Damiri, Bahtiar Efendi, Sonny Wijaya, dan Heri Setianto, karena sebelumnya telah disampaikan. "Ahli hanya busa menyampaikan untuk 4 terdakwa," jelas Hakim.

Disela-sela sidang, Kasubdit Direktorat Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Wagiyo mengatakan, ada 16 saksi A De Charge yang dihadirkan oleh terdakwa.

"Kita sudah mengajukan alat bukti baik itu saksi maupun itu alat bukti dokumen maupun ahli, kita sudah ajukan terlebih dahulu, terakhir kemaren BPK ya, BPK minggu lalu sudah kita ajukan, dan dari saksi maupun bukti-bukti yang sudah kita ajukan," kata Wagiyo yang juga didampingo oleh Kasi Pidsus Kejari Jakarta Timu, Taruli Phalti Patuan, SH, MH

Dijelaskan Wagiyo, pihaknya merasa yakin sudah dapat dikemukakan secara lengkap tentang alat-alat bukti yang mendukung dakwaan Penuntut Umum.

"Kemudian nanti insya Allah pada Rabu atau Kamis atau bahkan Jumat mungkin akan dilakukan pemeriksaan (setelah saksi ahli) terdakwa tentunya" ucapnya.

Setelah pemeriksaan terdakwa, kata Wagiyo,  nanti tentu tahap berikutnya bacaan tuntutan, kemudian jawab menjawab yang akan kita jalani sampe kedepan.

Disisi lain, Wagiyo mengakui tidak memberikan target karena Majelis akan memberikan kesempatam yang sama baik kepada Penuntut Umum maupun kepada terdakwa melalui Penasehat Hukumnya.

"Jadi tentu tidak bisa kita bilang target-targetan tentunya. Tapi yang sudah pasti, saat ini diberikan kesempatan kepada terdakwa dan Penasehat Hukum. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan cepat makanya tentu kita berusaha semaksimal mungkin persidangan berjalan dengan cepat dan perkara dapat diselesaikan sesuai dengan yang kita inginkan" ungkapnya.

Sebagai informasi, 16 saksi ahli yang dihadirkan oleh terdakwa adalah sebagai berikut:

  • Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H., M.H. (Ahli dari Terdakwa Jimmy Sutopo dan Heru Hidayat)
  • Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H (Ahli dari Adam R. Damiri, Sonny Widjaja, Hari Setianto, Lukman Purnomosidi dan Jimmy Sutopo)
  • Dr. Arman Nefi, S.H., M.M. (Ahli dari Terdakwa Sonny Widjaja dan Jimmy Sutopo)
  • Dr. Eko Sambodo (Ahli dari Terdakwa Adam R Damiri, Bachtiar Effendi dan Heru Hidayat)
  • H. Drs. Budi Ruseno, MM (Ahli dari Terdakwa Adam R Damiri dan Effendi)
  • Irfan rahardjo, SE MM (Ahli dari Terdakwa Hari Setianto)
  • Prof Dr Agus Surono (Ahli dari Terdakwa Hari Setianto)
  • Ito Warsito, Ak., M.BA (ahli dari Terdakwa Hari Setianto)
  • Indra Syahfitri SH MM CRMP QQA (Ahli dari  Terdakwa Lukman Purnomosidi)
  • Dr Mahmud Mulyadi  (ahli dari Terdakwa Lukman Purnomosidi)
  • Dr Miftahul Huda, S.H., L.LM (ahli dari Terdakwa Lukman Purnomosidi)
Penulis:

Baca Juga