Sidang OTT PTSL Kasun Desa Tropoasri, Saksi Ungkap Ada Pungutan

Saksi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Samsul Arifin, akuratnews)

Sidoarjo, akuratnews.com - Sidang dalam perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dusun, Desa Tropoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, saksi ungkap ada Pungutan Liar (Pungli) pada terdakwa Bambang Haryono.

Dalam keteranganya saksi mengungkapkan bahwa, uang sejumlah Rp 800 ribu dalam penangkapan tersebut adalah uang sisa dari pembayaran permohon untuk kepengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Prona.

Selanjutnya pertanyaan dilanjutkan oleh Majelis Hakim seputaran saat penangkapan terdakwa. "Saksi (Anggota Polresta Sidoarjo) waktu penangkapan itu sebagai apa?" tanya Hakim Anggota, Jhon Dista kepada saksi, dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra, Pengadilan Tipikor, Surabaya, Rabu (21/8/19) dan dijawab "Siap iya ada anggota tim juga."

"Ketika Abadi melapor, terus jaraknya berapa hari dari laporan dan penangkapan," tanya Hakim lagi, dijawab oleh saksi, "Satu hari yang mulia."

Berikutnya, saksi ditanya soal bagaimana kesimpulan saksi bersama tim (anggota Polresta Sidoarjo) saat Abadi melapor? dan jawab, "Kesimpulan Ketua Tim harus dilidik dulu."

Dalam persidangan tersebit Majelis Hakim juga mepertanyakan pasal 12 e tentang pemaksaan yang di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo terhadap terdakwa Bambang Hariyono selaku Kepala Dusun di Desa Tropoasri, karena hakim berpendapat unsur pemaksaannya tidak ada.

"Dia (terdakwa) tidak bisa dinyatakan memaksa, karena terdakwa bukan pejabat pembuat Sertifikat," tegas Hakim Anggota Jhon Dista.

Masih lanjut Hakim Anggota kelahiran Palembang itu menyatakan, kalau bicara  hukum pidana tidak seperti dakwaan jaksa pasal 12 e, karena terdakwa bukan pejabat pembuat Sertifikat jadi tidak bisa dinyatakan memaksa.

Sementara JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Wachid saat dikonfirmasi terkait dakwaan Jaksa pasal 12 e tentang pemaksaan diragukan oleh Majelis Hakim usai persidangan menyampaikan, Jaksa optimis, karena apa yang dibebankan Rp 400 tapi yang diminta lebih dari itu, dan orang itu buktinya melapor, kalau orang tidak melapor tentu tidak merasa dirugikan atau dipaksa.

"Jaksa optimis akan membuktikan, karena saksi yang dirugikan belum dihadirkan," ujar Wachid.

Sebelumnya, Kepala Dusun Tropoasri, Bambang Hariyono di OTT oleh anggota Reskrim Polresta Sidoarjo dan petugas berhasil mengamankan terdakwa serta uang tunai sejumlah Rp 800 ribu.

Penulis: Samsul
Editor: Hengki. L

Baca Juga