Sidang Perdata Antara PT.TNJM vs Dinas PUPR Bartim Masuk Dalam Agenda Replik

Tamiang Layang, Akuratnews.com - Sidang perkara Perdata nomor 29/Pid.G/2020/PN Tml, antara PT. Tyar Nauli Jaya Makmur sebagai penggugat melawan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Timur (Bartim) sebagai tergugat I serta Pejabat pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bartim sebagai tergugat II.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Tamiang Layang kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah dengan agenda mendengarkan replik dari PT. Tyar Nauli Jaya Makmur sebagai pihak penggugat.

Pada sidang perkara perdata tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Deni Indrayana SH, MH, didampingi oleh hakim anggota Beny Sumarno SH MH dan Helka Rerung. SH serta Panitera Pengganti Patwiansyah. SH yang mencatat jalannya persidangan.

Turut hadir perwakilan dari PT. Tyar Nauli Jaya Makmur sebagai pihak penggugat serta Dinas PUPR Bartim sebagai tergugat I dan PPK Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bartim sebagai tergugat II yang di kuasakan kepada Biro Hukum Pemda Bartim, yang dilaksanakan di ruang sidang Candra PN Tamiang Layang, Rabu (4/11/2020).

Usai sidang, Hubungan Masyarakat (Humas) PN Tamiang Layang Helka Rerung. SH mengatakan, Sesuai dengan agenda sidang hari ini yaitu agendanya adalah replik dari penggugat, sebagaimana di ketahui tadi sidang terbuka untuk umum, acaranya dari para pihak hadir dan memberikan repliknya kemudian  giliran saudara tergugat mengajukan duplik lagi dalam agenda berikutnya.", ungkapnya.

Selanjutnya Helka menambahkan, Setelah itu nanti majelis akan mempelajari seluruhnya, apakah ini ada putusan sela atau tidak nanti kita bicarakan kembali pada sidang berikutnya, kemudian untuk persidangannya kita tunda sampai dengan hari Rabu depan tepatnya tanggal 11 Nopember 2020", bebernya.

Tambahnya, Terkait paket pekerjaan yang di permasalahkan, karena kita belum sampai di pokok perkara, masih dalam jawab menjawab, nanti kita akan mengetahui dengan jelas di dalam penelitian pokok perkara", tutup Helka.

Penulis: Boy Tanrio Mato

Baca Juga