Sidang Sapari Vs Kepala BPOM Jilid II, Tergugat Gagal Hadirkan Alat Bukti SK Asli

Sidang Pembuktian antara Mantan Kepala BB-POM Surabaya, Sapari versus Kepala BPOM Penny K. Lukito. (foto: Hugeng Widodo/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Perkara gugatan SK Pensiun TMT tertanggal 1 Oktober 2018 yang ditetapkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tanggal 26 Maret 2019 kembali disidangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Sidang kali ini adalah sidang Pembuktian dari para pihak. Dalam persidangan, Penggugat/Drs. Sapari, Apt., M.Kes mengajukan 8 alat bukti sedangkan Tergugat/Dr. Ir. Penny K Lukito, MCP mengajukan 10 alat bukti.

Dalam persidangan, Majelis Hakim mengatakan menunda 5 bukti yang diajukan oleh Tergugat, yakni bukti T-1, T-3, T-5, T-9, dan T-10, sementara bukti penggugat yang dipending ada 1 bukti.

"Ini dipending yaa, bukti Tergugat yang dipending adalah bukti T-1, T-3, T-5, T-9 dan T-10. Nanti diajukan lagi pada sidang yang akan datang," ujar Hakim Ketua dalam persidangan PTUN yang digelar Senin siang (16/9/2019).

Sementara itu, Mantan Kepala Balai Besar POM (BB-POM) di Surabaya, Sapari Apt. M. Kes mengatakan, dalam sidang pembuktian ini, pihaknya mengajukan 8 alat bukti.

"Penasehat hukum saya mengajukan 8 alat bukti, tapi 1 alat bukti dipending karena kurang fotocopy," kata Sapari.

Alat bukti yang diajukan Sapari terkait dengan SK Pensiun, juga ada DCPP atau Data Calon Penerima Pensiun.

Saat ditanya bagaimana pembuktian yang diajukan Tergugat/Ka Badan POM, Sapari mengatakan, begitu diminta hakim, Ka Badan POM masih belum dapat menyerahkan SK asli. "Tadi waktu saya lihat, begitu ditanya sama hakim, ya masih pending, ditanya SK Asli, masih pending. Kalau saya kan punya SK aslinya ada di saya," kata Sapari.

"Terus tadi ada berapa itu ya (alat bukti Tergugat) yang di pending, tiga atau empat gitulah," terangnya.

Dari pantauan, alat bukti yang diajukan pihak Kepala Badan POM selaku tergugat, ada 10 alat bukti. Diketahui kemudian, alat bukti yang dipending diantaranya:

1. SK Pensiun TMT 1Oktober 2018 tertanggal 26 Maret 2019,

2. Pertimbangan Teknis (Pertek) dari BKN tgl 20 Maret 2019,

3. Surat Sestama BPOM tgl 24 September 2018 perihal Kelengkapan Persyaratan Pensiun.

4. Surat Ka Biro Umum dan SDM BPOM tanggal 26 Desember 2018 perihal Kelengkapan Berkas/Dokumen Pensiun a.n. Drs. Sapari, Apt., M.Kes,

5. Surat Ka BIro Umum dan SDM BPOM tanggal 14 Maret 2019 perihal Usul Pensiun BUP Drs. Sapari, Apt., M.Kes,

Untuk sidang berikutnya, selain penyerahan alat bukti yang dipending, juga direncanakan untuk kehadiran saksi-saksi. Sapari sendiri selaku Penggugat sudah menyatakan berencana menghadirkan 2 (dua) orang saksi. Rencananya, Sidang akan dilanjutkan pada hari Rabu, 25 Septenber 2019 sekira pukul 10.00 WIB.

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi
Photographer: Hugeng Widodo

Baca Juga