Berita Sidoarjo

Sidoarjo Ditunjuk Sebagai Tempat Pelaksanaan Soft Launching Bangun Pertanian 4.0

Andi Amran Sulaiman (berdiri no. 5 dari kiri) dan Bupati Saiful Ilah (berdiri no. 7 dari kiri) bersama sejumlah pejabat, aparat dan warga setempat usai acara. (Wachid/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Guna menjaga ketersediaan pangan, lahan pertanian mesti dikelola optimal dan lebih ditingkatkan.

Nah, untuk menunjang aktivitas petani di tanah air, Kementerian Pertanian (Kementan) pun lantas menunjukkan pengelolaan lahan pertanian dengan menggunakan teknologi mesin dalam sebuah acara bertajuk "Soft Launching Membangun Pertanian 4.0" di Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (29/6/2019) kemarin.

Dalam kegiatan yang dibuka Mentan, Andi Amran Sulaiman, didampingi Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah dan dihadiri pula, sejumlah pejabat Kemenpan, Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan Universitas Jember serta pemangku Ponpes Al Amanah Krian, Sidoarjo tersebut, telah diperagakan alat - alat pertanian berteknologi mesin, berupa alat tanam dan pemanen padi, drone penabur benih dan pupuk serta handtractor.

"Penggunaan teknologi mesin ini dimaksudkan, selain produktivitas pertanian berkembang, juga meningkatkan daya saing, tentunya, bersaing dengan negara - negara maju," Kata Amran saat memberikan sambutan.

Perlu diketahui, jelas Mentan, alat - alat pertanian berteknologi mesin sebagai wujud transformasi menuju modernisasi ini merupakan buatan putra - putri Indonesia.

"Dan, untuk penghargaan atas hasil karya mereka tersebut, pemerintah memberikan royalti," Ujarnya.

Dikatakan, membangun industri pertanian 4.0 ini bagian dari revolusi mental yang telah menjadi impian besarnya.

"Ke depan, generasi muda bisa mengembangkan pengelolaan lahan pertanian, tanpa menyentuh tanah, cukup mengoperasikan alat dengan remote control, "harapnya.

Menurut Kepala Litbang Kementan, Fadjri Djufri, penggunaan alat - alat pertanian teknologi mesin itu terbilang lebih efisien dan hemat.  "Yakni, efisiensi waktu kerja dan menghemat biaya hingga 60 persen," katanya.

Sementara itu, Bupati Saiful Ilah mengapresiasi program Kementan yang diselenggarakan di Sidoarjo tersebut.

"Kebanggaan bagi Sidoarjo, karena Kementan menunjuk Sidoarjo sebagai tempat pelaksanaan 'Soft Launching Membangun Pertanian 4.0' ini. Sebelumnya, Pemprov juga memanen padi Ratun hasil uji teknologi R5 di Sidoarjo, sekali tanam padi bisa panen lima kali setahun," Ucapnya. (*)

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga