Singapura Lebaran di 3 Mei dan Malaysia 2 Mei, Warga Terkejut dan Bingung

AKURATNEWS - Umat Muslim di Singapura sempat dibuat bertanya-tanya, mengapa Idul Fitri 2022 jatuh pada Selasa, 3 Mei 2022 ketika negara tetangga, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Brunei merayakannya pada Senin (2/5).

Penentuan tanggal Idul Fitri ini merujuk pada pengumuman pemimpin Islam tertinggi di Singapura yakni Mufti Nazirudin Singapura, Mohd Nasir pada Minggu malam, 1 Mei 2022.

Menurut perhitungan astronomis pihaknya, melansir Strait Times, hilal bulan Syawal setelah Ramadhan tidak muncul pada sore hari setelah terbenamnya matahari pada Minggu, 1 Mei 2022. Bulan sabit, yang secara tradisional menandai awal bulan baru, juga tidak terlihat, tambah Mufti.

Meski demikian, perbedaan tersebut terus ditanyakan di media sosial, mengingat wilayah lain menandai hari raya tersebut sehari lebih awal dari Singapura. Dalam keterangannya, pihak Mufti menjelaskan bahwa perbedaan perhitungan awal Hijriah atau penanggalan Islam sangat sering terjadi di masa lalu. Baru-baru ini tercatat pada 2014, 2015, 2016, 2017, serta 2021, dan mungkin terjadi lagi di masa depan.

Dengan demikian, pada 2022, tidak semua negara di dunia, termasuk negara mayoritas Muslim, merayakan Ramadan dan Idul Fitri di tanggal yang sama.

"Memang bulan sabit juga belum terlihat di beberapa negara lain. Akibatnya, mereka akan merayakan Idul Fitri pada Selasa 3 Mei (2022), seperti Singapura," kata pernyataan itu.

Bangladesh, India, dan Pakistan termasuk di antara negara-negara yang akan merayakan Lebaran tahun ini pada Selasa, 3 Mei 2022.

Lebih lanjut pernyataan itu menjelaskan, "Selama kita berpegang teguh pada prinsip-prinsip iman dan bimbingan Nabi Muhammad, perbedaan dalam penentuan kalender Islam bukanlah sesuatu yang tidak terduga atau mengkhawatirkan."

Pihaknya pun menjelaskan bahwa umat Islam diajarkan, jika bulan dikaburkan, mereka menganggap Ramadan berlangsung selama 30 hari. Menurut penanggalan Islam, yaitu lunar, beberapa bulan bisa berlangsung 29 hari dan yang lain 30 hari.

Para ahli telah menggunakan dua kriteria utama, yakni perhitungan berdasarkan astronomi dan penampakan bulan, untuk menentukan apakah bulan sabit terlihat. Namun, di Singapura, bulan sabit biasanya sangat sulit terlihat karena kondisi iklim yang sering berawan.

Oleh karena itu, Negeri Singa menggunakan kriteria yang disepakati bersama yang digunakan oleh empat negara regional dalam MABIMS, pertemuan informal para menteri agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dalam menentukan penampakan bulan sabit.

Kriteria ini telah ditinjau dan disempurnakan oleh empat negara sejak 2017, dan direvisi pada 2021, berdasarkan lebih dari 700 titik data penampakan bulan sabit dari seluruh dunia.

Sementara itu, umat Islam di Malaysia bergegas melakukan persiapan terakhir setelah pengumuman tak terduga bahwa Hari Raya Idul Fitri dirayakan pada Senin (2/5). Di ibukota Kuala Lumpur, lalu lintas padat di sekitar Jalan Tuanku Abdul Rahman, Dataran Merdeka dan Chow Kit karena warga memadati toko-toko di daerah itu untuk membeli kebutuhan perayaan Idul Fitri.

Salah seorang pegawai swasta, Ghazali Ahmad Zukri mengaku terkejut dengan pengumuman Idul Fitri pada 2 Mei. Pasalnya, ia dan keluarganya belum berbelanja untuk perayaan ini.

Pria 47 tahun itu mengatakan, rencana pulang ke kampung halaman di Melaka usai berbuka puasa di hari terakhir terpaksa ditunda. Ia memilih untuk membeli pakaian untuk digunakan di Hari Raya.

“Segera setelah pengumuman, saya meminta keluarga untuk bersiap-siap pergi berbelanja dan kami akan kembali ke kampung halaman kami setelah subuh besok,” katanya kepada kantor berita Bernama, Minggu (1/5).

Sedangkan, Ila, salah seorang TKI yang bekerja di Malaysia mengaku bingung dengan penentuan Idul Fitri tahun ini. Pasalnya, ada yang merayakannya pada 2 Mei, namun ada pula yang merayakannya pada 3 Mei 2022.

"Bingung saya mah..," ujar Ila.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga