Siswa SD Dibully Temannya Hingga Trauma

Ilustrasi

Jepara, Akuratnews.com - Kasus bullying terhadap AR, 9, siswi kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 01, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengakibatkan korban mengalami trauma berat. Sangat disayangkan kasus perundungan tersebut terjadi di kelas oleh sembilan orang rekannya saat jam pelajaran berlangsung.

Kondisi korban perundungan dan kekerasan, hari ini Selasa (1/8/17) saat dikunjungi di rumahnya di Desa Nalumsari, Jepara, masih terlihat trauma yang cukup dalam. AR merasa ketakutan setiap melihat orang yang tidak dikenalnya datang ke rumahnya.

Meskipun luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan oleh sembilan rekannya saat jam pelajaran di kelas sudah tidak terlihat lagi, namun AR masih sulit diajak berkomunikasi dan hanya beberapa kalimat yang dapat diuraikan dengan terbata-bata tentang kejadian yang mennimpanya.

Kasus ini langsung mendapat sorotan publik, karena cukup tragis penyiksaan yang dilakukan anak-anak seusianya. Korban selain dipukul, ditindih dengan kursi hingga kemaluannya lecet karena ditusuk dengan penggaris besi.

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah mengatakan kondisi korban hingga saat ini memerlukan pendampingan khusus untuk memulihkan psikologi akibat penyiksaan yang dilakukan geng di kelasnya yang diduga dipimpin siswa bernama F.

"Korban disiksa oleh teman-temannya satu geng tersebut karena tidak mau menuruti permintaan mereka," kata Noor Haniah.

Kejadian yang menimpa siswi kelas IV SD tersebut, disesalkan Noor Haniah, pada saat masih jam sekolah guru hanya memberikan tugas kepada siswanya dan meninggalkan kelas untuk mengikuti rapat. "Ini bentuk kelalaian sehingga siswa tidak terawasi dengan baik, kami mendampingi korban dan pelaku karena masih sama-sama di bawah umur," imbuhnya.

Kepala Polres Kudus Ajun Komisaris Besar (AKB) Agusman Gurning mengatakan sudah mendapatkan laporan dari kasus bullying tersebut. Saat ini tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan perundungan dan kekerasan itu.

"Kita akan tangani kasus tersebbut secara profesional, karena baik korban dan pelaku masih anak-anak," kata Agusman.

Dalam penanganan kasus bullying itu, lanjut Agusman, kepolisian telah memeriksa orang tua korban, selanjutnya nanti akan dikonfirmasikan kepada korban dan pelaku serta puskesmas atau rumah sakit yang melakukan pemeriksaan secara medis. (Rmn)

Penulis:

Baca Juga