Siswi Non Muslim SMKN 2 Padang Diwajibkan Berjilbab, Wali Murid Mau Lapor Komnas HAM

Padang, Akuratnews.com - Kota Padang tengah jadi pembicaraan usai EH, seorang wali murid SMKN 2 Padang, Sumatera Barat dipanggil pihak sekolah lantaran anaknya tidak mengenakan jilbab.

Video yang merekam pertemuan yang diduga antara pihak sekolah dengan wali murid tersebut beredar viral di media sosial. Video itu diunggah akun Facebook Elianu Hia yang diduga sebagai wali murid yang dipanggil pihak sekolah.

Dalam video itu tampak pihak sekolah dan wali murid beradu argumen soal penggunaan jilbab di sekolah. Wali murid mempertanyakan dasar aturan jilbab. Pada akun Facebok Elianu Hia, unggahan videonya itu diikuti dengan permintaan doa terkait kasus yang menimpa anaknya.

"Lagi di sekolah SMK Negeri 2 Padang, saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. saya mohon di doakan ya," tulisnya dalam keterangan video itu.

Selain itu video juga beredar secarik kertas, diduga surat pernyataan murid dan wali muridnya, dengan pihak sekolah terkait polemik jilbab tersebut.

Surat pernyataan tersebut berisi pernyataan Jeni Cahyani Hia selaku murid SMKN 2 Padang dan Eliani Hia selaku wali murid.

Ada dua poin dalam surat pernyataan itu. Poin pertama, surat itu menyatakan bahwa pihak Jeni dan Eliani tidak bersedia untuk memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah.

EH mengaku merasa keberatan anaknya diminta menggunakan jilbab di sekolah karena keluarganya merupakan non muslim.

Atas hal tersebut, EH selaku wali murid siswi SMKN 2 Padang ini pun melaporkan kasus yang dialami putrinya ke Komnas HAM dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Saya sudah minta pengacara untuk mengirim surat ke Komnas HAM RI dan Menteri Pendidikan (Nadiem Makarim). Kita lapor kasus ini," kata EH, Sabtu (23/1).

EH mengatakan, aturan jilbab sudah masuk ke ranah agama sehingga tidak boleh ada paksaan.

"Ini agama saya. Kalau memakai jilbab seakan-akan membohongi identitas agama saya pak,” kata EH.

Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf terhadap kesalahan dalam penerapan kebijakan seragam sekolah.

Permohonan maaf disampaikan di hadapan wartawan saat konferensi pers di Padang, Jumat (22/1) malam.

"Saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari bidang kesiswaan dan bimbingan konseling (BK) dalam penerapan kebijakan berseragam di sekolah," kata Rusmadi.

Rusmadi mengatakan, persoalan tersebut akan diselesaikan secara bersama dan kekeluargaan.

Rusmadi menyebut, bagi siswi yang sempat dipanggil karena tidak memakai jilbab di sekolah sudah dapat bersekolah seperti biasa.

"Ananda kita dapat sekolah seperti biasa kembali," kata Rusmadi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga