Skak Mat! Logo dan Merek Partai Demokrat Dipatenkan

Partai Demokrat
Partai Demokrat

AKURATNEWS - DPP Partai Demokrat akhirnya mempatenkan logo dan merek partainya dengan mendaftarkannya ke Kementerian Hukum dan HAM. Dengan begitu, kubu hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang pimpinan Moeldoko tak bisa lagi menggunakan logo dan merek Demokrat yang didaftarkan oleh kubu AHY.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengaku merek Partai Demokrat didaftarkan oleh tim kuasa hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atasnama Susilo Bambang Yudhoyono.

Herzaky menegaskan, pendaftaran logo dan merek untuk mencegah adanya penyalahgunaan oleh pihak lain di luar Partai Demokrat yang selama ini secara melawan hukum.

"Benar ada pendaftaran merek Partai Demokrat yang dilakukan oleh Tim Hukum DPP, mengatasnamakan Pak SBY selaku penggagas Partai Demokrat," kata Herzaky, dikonfirmasi, Rabu 14 April 2021.

Pendaftaran tersebut juga untuk menghadapi ketidakpastian sebelum adanya keputusan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) terkait berkas permohonan yang diajukan kubu hasil KLB Deli Serdang pada 31 Maret 2021 lalu.

"Kami daftarkan logo tersebut untuk menghadapi ketidakpastian saat itu, sebelum ada keputusan dari Menkumham berupa penolakan memproses berkas permohonan pelaku KLB ilegal," tuturnya.

Demokrat telah didaftarkan sejak 2007. Namun, logo itu terdaftar pada kategori 41, yang artinya terkait dengan layanan pendidikan dan pengajaran.

“Pendaftaran baru-baru ini untuk melengkapi secara administrasi terkait dengan logo Partai Demokrat pada kelas yang tepat, yakni kelas 45 tentang organisasi pertemuan politik,” terangnya.

Partai Demokrat telah menarik permohonan yang lalu dan mengganti dengan berkas administrasi yang baru setelah mendapat masukan terkait dengan kelengkapan yang dibutuhkan.

Pihak DPP Partai Demokrat akan melayangkan somasi, jika ada kelompok lain yang menggunakan logo dan merek Partai Demokrat.

"Kepada mereka tersebut, kami dalam waktu dekat akan melayangkan somasi," pungkasnya.

Penulis: Angger Gita

Baca Juga