SMPN 12 Satarmese Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Peserta Guru SMPN 12 Satarmese, Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Foto : Aristo. Akuratnews.

Akuratnews-Sebanyak 23 Guru SMPN 12 Satarmese mengikuti kegiatan Workshop dalam rangka penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka atau merdeka belajar. Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala dinas Kabupaten Manggarai Fransiskus Gero, S.Pd dan turut hadir pula Krensiana Misalin S.Pd dan Mansueta Saiman S.Pd selaku pengawas pembina sekaligus pemateri dalam kegiatan workshop ini.

Kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka akan berlangsung selama satu minggu di UPTD SMPN 12 Satarmese, Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai, NTT, tanggal 1 Agustus hingga 8 Agustus 2022.

"Kegiatan ini dibuat dengan dasar Kepmendikbutristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran (Kurikulum Merdeka)" jelas Veronicus C. A. Littik S.Pd selaku ketua Panitia Workshop, Senin 1 Agustus 2022.

Veronicus menjelaskan SMPN 12 Satarmese telah ditetapkan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Level Mandiri Berbagi di dalam Keputusan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No. 044/H/KR/2022 Tetang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2022/2023.

Peserta Guru Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Di SMPN 12 Satarmese. Foto: Aristo. Akuratnews

Dia melanjutkan pelatihan ini dibuat untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman guru dalam penerapan pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan Guru Tenaga Kependidikan. Selain itu, mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan melalui penerapan teknologi, informasi dan komunikasi salah satunya memanfaatkan Platform Merdeka Belajar", ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 12 Satarmese Marsianus Ngera S.Pd menerangkan Workshop ini merupakan momentum dan kesempatan bagi peserta Guru untuk mendapat pengetahuan dan kapasitas dasar secara langsung melalui pemateri sehingga mampu menerjemahkan dengan baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Karena itu menurutnya, selama ini Guru SMPN 12 Satarmese, belajar secara mandiri pengetahuan Kurikulum Merdeka melalui Aplikasi Youtube dan media lain.

"Kegiatan ini dalam rangka persiapan teman-teman guru untuk mengimplementasikan kurikulum baru, apalagi kami dalam pendaftaran Implementasi kurikulum Merdeka pada level Mandiri Berbagi, sehingga kesempatan ini sangat baik buat kami untuk mempersiapkan sebaik mungkin sehingga pada saat pelaksanaan di kelas tidak kelabakan minimal teman2 guru punya dasar yang kuat. Karena selama ini kami secara mandiri belajar di Youtube dan media-media lain sehingga kegiatan tatap muka merupakan salah satu solusi yang terbaik, karena kami bertemu langsung dengan pematerinya sehingga lebih baik pemahamannya ketimbang belajar virtual' terangnya.

Menurut Kepsek Marsi, nilai lebih dari pelatihan ini adalah komunikasi langsung dengan pemateri. Karena itu peserta guru aktif dalam proses selama pelatihan. Sehingga nantinya kompetensi guru punya kemampuan kreatif dan inovatif dalam penerapan.

"Tentunya selama pelatihan ada ruang diskusi secara intens. Dengan begitu sehingga para guru punya kompetensi dalam pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif guna mewujudkan merdeka belajar. Artinya sekolah bisa mengembangkan sendiri perangkat ajar dalam proses penerapan kurikulum merdeka" jelasnya.

Selain itu menurutnya, pasca workshop ini digelar, berharap peserta punya kemampuan dan pemahaman dalam rangka penyusun kurikulum operasional satuan pendidikan SMPN 12 Satarmese, dan menyusun pembelajaran dan asesmen pada Kurikulum Merdeka serta menyusun modul projek penguatan profil Pelajar Pancasila (P5).

Sementara itu Kadis Frans, mengapresiasi dengan pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dari SMPN 12 Satarmese. Menurutnya ini bentuk nyata apresiasi Pemerintah Manggarai terhadap prestasi baik, praktek baik-baik dari lembaga sekolah. Karena itu kami hadir langsung.

"Jujur saya bangga dan apresiasi karena itu tugas Pemda hadir langsung, tanpa membeda-bedakan", tegasnya.

Kadis Frans berharap kepada guru dan satuan pendidikan untuk memahami lebih mendalam tentang Kurikulum merdeka dengan penuh semangat belajar dan berbagi melalui kegiatan ini.

"Mari dengan tulus hati, dan kolaborasi meningkatkan Kompetensi dan memberi pelayanan pembelajaran yang berkualitas melalui Platform Merdeka Mengajar", pungkasnya.

Penulis: Aristo Waku

Baca Juga