SMRC: Tren Dukungan untuk Jokowi Meningkat, Prabowo Menurun

Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan memaparkan hasil survei periode 7 - 14 September 2018 di Kantor SMRC, Jl. Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com
Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan memaparkan hasil survei periode 7 - 14 September 2018 di Kantor SMRC, Jl. Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Lembaga Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru bertajuk 'Tren Elektabilitas Capres: Pengalaman Menjelang Hari H (2004 - 2019).

Hasilnya, melalui simulasi top of mind bila pemilihan presiden diadakan hari ini, Joko Widodo unggul dengan meraih 47,4% menyusul Prabowo Subianto di posisi kedua sebesar 21,8%. Posisi berikutnya berturut-turut diisi oleh Sandiaga Uno, Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD yang sama-sama memperoleh 0,2%.

Sedangkan dalam simulasi dua Capres, dukungan kepada Jokowi sebesar 60,2%, sementara Prabowo mendapatkan 28,7%. Dibanding Mei 2018, tren dukungan dalam simulasi dua calon untuk Jokowi cenderung meningkat, sedangkan Prabowo cenderung menurun.

"Sampai dengan September 2018, tren elektabilitas Jokowi cenderung menguat dibanding Prabowo," kata Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Jl. Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018) siang.

Pada survei Mei 2018 lalu, Jokowi sendiri memperoleh 57,2%. Sedangkan Prabowo 33,2%. Populasi survei yang dilakukan pada tanggal 7 - 14 September 2018 itu dipilih dengan multistage random sampling terhadap 1220 responden.

Rresponden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1074 atau 88%, dimana sebanyak 1074 responden yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut kurang lebih 3,05% pada tingkat kepercayaan 95%. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga