OTT KPK

Soal 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Pemilu, Ini Pengakuan Bowo Sidik

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso menegaskan 400 ribu amplop yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berkaitan dengan Pilpres 2019.

Bowo mengatakan, amplop yang diduga KPK akan digunakan untuk serangan fajar itu akan digunakan untuk keperluan dirinya menjadi caleg di Dapil Jawa Tengah II.

"Enggak ada. Iya (untuk) Pileg" kata Bowo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, dalam kasus suap distribusi pupuk Indonesia, Jumat (5/4/2019).

KPK menyebut Bowo telah menyiapkan 400 ribu amplop yang disimpan dalam 84 kardus. Kader Golkar itu diduga telah menyiapkan uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan dalam amplop tersebut.

Sejak Selasa, 2 April 2019 lalu, KPK mulai membuka satu per satu amplop tersebut. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan pada sisi tiap amplop itu ditemukan cap berlambang jempol.

Bowo diduga mendapat uang tersebut dari beberapa sumber. Salah satunya dari komitmen fee atas penandatanganan MoU antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

KPK menduga Bowo telah menerima suap dari PT HTK sebanyak enam kali dengan total Rp221 juta dan USD85.130. Uang-uang tersebut kemudian diubah dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang ditemukan KPK dalam amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Basaria mengungkapkan, Bowo masih menerima pemberian ke tujuh dari PT HTK saat KPK melakukan operasi tangkap tangan kemarin. Uang yang diterima Bowo melalui pihak swasta PT Inersia, Indung, sebanyak Rp89,4 juta.

Penulis: Mujiono
Editor:Redaksi

Baca Juga