Soal Hoaks Babi Ngepet di Depok, JPU Perlukan Saksi Ahli

JPU Alfa Dera saat persidangan kasus hoaks babi ngepet di Depok
JPU Alfa Dera saat persidangan kasus hoaks babi ngepet di Depok

AKURATNEWS.COM- Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menganggap saksi ahli bahasa masih perlu dihadirkan dalam sidang kasus penyebaran hoaks babi ngepet 12 Oktober 2021 mendatang.

Pihak Kejari Depok menilai kehadiran dua saksi ahli dalam persidangan mendatang agar lebih menguatkan dan meyakinkan para hakim.

Dalam sidang, dua alat bukti dokumen dan para saksi dinilai Jaksa telah menguatkan unsur pidana untuk terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki (44),

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Depok Andi Rio Rahmat R mengatakan, berdasarkan laporan JPU, dua ahli akan dihadirkan dalam agenda sidang pembuktian pada satu pekan kedepan.

"Dua ahli yakni, Ahli Bahasa Profesor dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Ahli Sosiolog dari universitas Trisakti", kata Andi Rio, Selasa, (5/10).

Sementara, dalam persidangan, JPU Alfa dera dan Dwi Putri total sudah hadirkan tujuh saksi. Dari seluruh saksi yang dihadirkan menerangkan sesuai dakwaan Jaksa.

Dalam agenda sidang pembuktian Selasa,(5/10), JPU telah menghadirkan dua saksi yaitu, Didi Candra dan Iwan Kurniawan.

Dikatakan Andi, dua saksi tersebut menerangkan saksi disuruh oleh terdakwa Adam Ibrahim mengambil babi hutan yang dipesan online oleh terdakwa di daerah puncak.

Sedangkan saksi Iwan Kurniawan yang melakukan penangkapan terhadap babi hutan dalam keadaan telanjang atas perintah terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. luki.

Jadi, lanjut Andi, seluruh strategi penangkapan atau ritual diperintah terdakwa menggunakan sarana whatapps. Seluruh isi chat tersebut juga ditunjukan dipersidangan oleh Jaksa Penuntut umum.

"Terdakwa melakukan perbuatan Pidana Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 14 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana," pungkasnya.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga