Soal Jasa Angkut Limbah, PT Shali Riau Lestari Minta Klarifikasi PT EMP Malacca Strait

Jakarta, Akuratnews.com - Di masa pandemi Corona ini, perusahaan jasa pengangkutan limbah PT Shali Riau Lestari bak pepatah: sudah jatuh tertimpa tangga.

Pepatah di atas berlaku untuk menggambarkan kondisi PT Shali Riau Lestari di tengah pandemi Corona yang harus tetap menanggung beban biaya operasional dan gaji pekerjanya walau kondisi keuangan perusahaan yang tengah minus akibat tertunggaknya pembayaran pekerjaan yang telah dilakukannya

Seperti dijelaskan Marta Uli Emmelia, CEO PT Shali Riau Lestari, bermula dari kerjasama pada 2019 silam antara PT Shali Riau Lestari yang bergerak dalam jasa pengangkutan limbah B3, dengan PT EMP Malacca Strait, perusahaan ekplorasi sumur minyak yang mengandung air, pasir, tanah dan minyak bumi milik kelompok usaha Bakrie di lahan migas di Provinsi Riau.

"Dalam perjanjian tersebut pembayaran akan dilakukan apabila semua limbah hasil ekplorasi PT EMP Malacca Strait sudah diangkut ke tempat pembuangan akhir. Dalam isi kontrak kerjasama disebut nilai kontraknya sebesar Rp574.431.700. Namun PT EMP Malacca Strait baru menyicil satu kali sebesar Rp50 juta. Ini sudah menyalahi isi kontrak yang seharusnya dibayar lunas setelah selesai pekerjaannya. Itulah yang ingin kami tagih," ujar Martha Uli Emmelia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/7).

Lanjut Martha, setelah pekerjaan pengangkutan limbah yang dikerjakan PT Shali Riau Lestari, sudah enam bulan PT EMP Malacca Strait tak kunjung memenuhi kewajibannya. Akibatnya, PT Shali Riau Lestari mengalami kesulitan operasional terutama untuk membayar gaji 25 orang pekerjanya.

"Berbagai upaya mediasi dan penagihan telah dilakukan agar PT EMP Malacca Strait membayarkan kewajibannya, namun tetap tidak dilaksanakan. Padahal sesuai petunjuk KLHK, proses pembersihan limbah B3 tetap harus berjalan meski di tengah pandemi Covid-19," terang Martha.

Di kesempatan yang sama, Ade Muhamad Nur, SH.MH selaku penasehat hukum PT Shali Riau Lestari menjelaskan, karena tidak ada itikad baik dari PT EMP Malacca Strait, pihaknya berencana segera mensomasi PT EMP Malacca Strait untuk segera melaksanakan kewajibannya.

"Jelas kami meminta klarifikasi dan penjelasan kepada pimpinan PT EMP Malacca Strait. Jika tidak ditanggapi, kita ambil langkah hukum," tegas Ade Muhamad Nur.

Dengan menunjuk Ade yang juga Sekjen Perkumpulan Advocate Moslem Indonesia (Peradmi) selaku penasehat hukum, langkah PT Shali Riau Lestari kedepannya semakin optimis untuk memenangkan kasus ini.

"Saya dan tim akan berusaha menyelesaikan persoalan ini secepatnya, tentu dengan bukti dan fakta yang kami miliki," ujar Ade Muhamad Nur yang juga Sekjen Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) ini.

Untuk diketahui, PT Shali Riau Lestari telah menunjuk Ade Muhammad Nur SH MH dan Syakhruddin SH MH, dari AMN & Partner Law Firm untuk menempuh langkah hukum selanjutnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga