Soal Larangan Mudik, ini Pesan Bijak Bupati ASA untuk Warga Sinjai di Perantauan

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), SH.,LLM. /Ashari/AKURATNEWS
Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), SH.,LLM. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) dengan berat hati mengimbau warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang berada diperantauan untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 belum berakhir. Ini penyakit menular yang sumbernya melalui transportasi antar manusia. Kami harap kebesaran hati, sabar, dan keikhlasan masyarakat Sinjai yang berada diperantauan untuk tidak mudik dulu tahun ini," pesan Bupati ASA, Jumat (30/4/2021).

Lanjut dikatakan bahwa pihaknya tak ingin momentum lebaran Idul Fitri justru meningkatkan penyebaran dan penularan wabah Covid-19, karena diakui masih banyak ditemukan orang tanpa gejala, tapi ternyata positif Covid-19.

"Kita ketahui bahwa masih banyak kasus yang terkena Covid tanpa ada gejala dan ini bisa membawa ke daerah, bahkan bisa menular ke masyarakat, apalagi kita punya orang tua yang usia lanjut. Tentu ini rentan terkena Covid jika kita datang dengan niat silaturahmi, tetapi bisa saja membawa penyakit," bebernya.

Apa yang dilakukan pemerintah, kata Bupati ASA, berkaca dari kasus di India. Indonesia tidak ingin pengalaman pahit terulang kembali karena adanya kelonggaran-kelonggaran.

"Kami paham betul kerinduan masyarakat Sinjai yang berada diluar daerah untuk pulang kampung, bersilaturahmi bersama keluarga dan masyarakat sebagai momen tepat, namun semua ini demi keselamatan bersama," ungkapnya.

"Untuk itu, mari kita jaga keluarga kita dirumah dan sayangi keluarga kita di kampung dengan tidak mudik. Insya Allah dengan tidak mudik, itu akan banyak memberikan kebaikan dan berkah bagi kita semua yang berperan menekan penyebaran Covid-19 yang ada saat ini,” tambahnya.

Diakhir kata, Bupati ASA meminta agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diharap kembali diterapkan di Bulan Suci Ramadan, karena dianggap efektif dan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.***

Penulis: Ashari

Baca Juga