Soal Larangan Mudik, Pintu Keluar Masuk Sinjai akan Diperketat

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sinjai, Drs. Budiaman. /Ashari/AKURATNEWS
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sinjai, Drs. Budiaman. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Aparat Kepolisian bersama TNI dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 akan menjaga ketat pintu keluar masuk Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Penjagaan ketat itu mulai dilaksanakan pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang atau saat diberlakukan aturan larangan mudik di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kapolres Sinjai, AKBP Iwan Irmawan, Selasa (27/4/2021).

Iwan menjelaskan bahwa rencananya petugas akan memasang posko PAM OPS Ketupat di perbatasan Kabupaten Sinjai yanga akan mengawasi pemudik dari luar Sinjai maupun yang akan keluar.

"Akan ada Posko PAM Ops Ketupat di perbatasan-perbatasan Kabupaten Sinjai, bekerja sama dengan TNI, Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, dan Satgas Covid-19," terangnya.

Terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sinjai, Budiaman mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada aturan yang disampaikan oleh pemerintah pusat ke Sinjai untuk melakukan pencegatan kepada pemudik.

Rencana pencegatan di pintu keluar masuk di Kabupaten Sinjai sudah disampaikan oleh Bapak Kapolres ke Bupati Andi Seto Gadhista Asapa.

"Pak Kapolres sudah menyampaikan rencana itu kepada Pak Bupati, dan berharap ada pencegatan di pintu masuk," ungkapnya.

Saat ini kata Budiaman, juga telah ada adendum Surat Edaran Ketua Satgas, sehingga mereka akan melakukan penyesuaian dan rancangan Surat Edaran Bupati sudah dalam proses pengajuan, yang teknisnya nanti akan bicarakan dengan Polres, TNI, Dishub, dan Satpol PP.

Budiaman menambahkan bahwa di Kabupaten Sinjai sendiri terdapat lima pintu keluar masuk, diantaranya pintu jalur Bulukumba-Sinjai di Balangpesoang, Desa Samaturue Tellulimpoe.

Pintu keluar-masuk Sinjai-Kajuara Bone di Kelurahan Bongki Sinjai Utara, Pintu keluar-masuk Sinjai-Kajang di Desa Pattongko Tellulimpoe, Pintu keluar-masuk Pulau Sembilan-Nusa Tenggara Timur di Dermaga Kelurahan Lappa Sinjai Utara, dan Pintu keluar-masuk Sinjai Barat-Gowa di Tombolo.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan sejumlah aturan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 pada masa Ramadan dan Idul Fitri 2021.

Secara resmi mudik lebaran telah dinyatakan dilarang, terhitung mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Selain itu, dilakukan pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 dan H+7 larangan mudik Lebaran atau 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Berikut yang harus diketahui soal larangan mudik Lebaran dan pengetatan perjalanan. Larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021.

Larangan tersebut berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat Indonesia Aturan detail terkait hal ini dituangkan dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Surat itu menegaskan bahwa peniadaan mudik Lebaran berlaku bagi moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara.

Penulis: Ashari

Baca Juga