Percepat Penanganan Banjir

Soal Normalisasi Sungai Di Medan, Ini Kata Hendra DS Anggota DPRD Medan

Medan, Akuratnews.com - Demi  mempercepat penanganan banjir di kota Medan dan sekitarnya, anggota DPRD Medan Drs Hendra DS menyambut baik dimulainya pelebaran atau normalisasi sungai Bedera sepanjang 3500 meter ini yang berada di Jalan Asrama, Medan, dimana groundbreakingnya telah dilakukan pada Selasa (20/8/2019).

Dia juga berharap normalisasi tersebut tidak hanya terhadap sungai Bedera saja namun dapat dilakukan terhadap semua sungai yang melintasi kawasan kota Medan.

"Kita dukung dan apresiasi upaya pelebaran sungai untuk kepentingan masyarakat banyak. Ini dilakukan karena jika hujan sebentar saja, Kota Medan akan banjir menyebabkan kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah" ungkap Hendra DS di Medan, Rabu (21/8/2019).

Hendra juga mengatakan, tujuan pelebaran atau normalisasi sungai Bedera yang berada di wilayah Medan adalah salah satu solusi untuk menangani banjir di Medan dan sekitarnya agar dapat terealisasi.

"Masalah banjir bukan saja menjadi tanggung jawab Pemko Medan saja namun terlibat juga Pemkab Deli Serdang, Balai Wilayah Sungai, para Camat, Lurah dan Kepala Desa, aparatur terkait hingga masyarakat" sebut Hendra.

Hendra juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sungai serta mendirikan bangunan apapun dipinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurutnya Sungai adalah tanggungjawab semua masyarakat tanpa kecuali.

Sebelumnya, Hendra DS telah  menyoroti masalah banjir di kota Medan yang belum dapat teratasi. Bahkan, Hendra mendesak Pemko Medan dan Pempropsu supaya melakukan terobosan baru.

Hendra DS yang akan duduk kembali anggota DPRD Medan periode 2019-2024 dari Partai Hanura itu telah mengingatkan agar dilakukan pengelolaan tata kota drainase yang bagus yakni Medan Urban Development Project (MUDP) dan kanal (sungai).

Dikatakan lagi, konsep perbaikan banjir ini harus dimulai dari awal khususnya dikawasan kota Medan.

“Diurut semuanya dari nol. Kalau cuma untuk perbaikan mendalami parit-parit, masalah banjir tidak akan selesai. Tapi diurut dari awal. Karena siapapun pemimpinnya sekarang ini tidak akan bisa mengatasi banjir. Lihat saja 2 jam hujan lebat, air sudah tergenang karena drainase tidak jalan,” sebut Hendra lagi.

Hendra DS menyebut saatnya Pemko Medan menata sungai yang melintasi kota Medan. Penataan itu sudah waktunya menjadikan sungai menjadi tempat wisata dan rekreasi seperti sungai Tukad di Kota Badung, Propinsi Bali.

"Pembangunan penataan sungai di Medan kiranya dapat dimulai dari dekat kantor walikota Medan hingga ke hulu" pungkas Hendra.

Baca Juga