Soal PSBB Ini Kata ‘Kaka Slank’ di Webbinar Ngampooz Budi Luhur

Keep Creative in New Era, bersama Kaka Slank yang diselenggarakan oleh Universitas Budi Luhur melalui aplikasi zoom dan Youtube yang dimoderatori oleh Humas Univ. Budi Luhur Alfan Harahap. (Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Pekerja seni di tengah kondisi tentu juga merasakan bagaimana dampak Covid-19 telah merubah dunianya. Saat wabah ini belum hadir di tengah masyarakat bagi seorang musisi berlevel grub band, tentu mengumpulkan masa dalam satu tempat menjadi hal yang memungkinkan. Namun berbeda dengan kondisi saat ini, bagaimana kegiatan sosial dibatasi. Jangankan mengumpulkan masa dalam jumlah ratusan atau ribuan, untuk kegiatan sosial saja harus berjarak satu sampai dua meter. Tentunya, kondisi ini bukan harus diratapi, tetapi bagaimana dihadapi bersamaan dengan karya-karya yang harus terus dicipta sebagai seorang seniman sejati.

Adalah Akhadi Wira Satriaji, atau yang akrab dipanggil 'Kaka Slank', bagaimana karya harus terus dicipta demi tuntutan sebagai penggiat seni dan juga sebagai seorang manusia yang tentu membutuhkan ekonomi di tengah kondisi pandemi. Bagi Kaka, untuk mengumpulkan masa sudah tidak ada lahan lagi, berbeda dengan film layar lebar dan sebagainya.

"Aku percaya kalau seni itu biasanya selalu mencari jalan menyesuaikan, terutama seniman-seniman biasanya yang aku tahu lebih cepat peka untuk menyesuaikan diri di segala macam kondisi," ujarnya saat Webbinar Universitas Budi Luhur yang disiarkan via youtube secara langsung, Senin (1/11).

Diketahui, Grup Band Slank di masa pandemi Covid-19 ini telah meluncurkan single terbarunya berjudul Pahlawan Jalanan. Diakuinya, lagu yang didedikasikan bagi para pekerja jalanan seperti para ojol, pedagang-pedagang kecil yang harus bertahan di tengah kondisi Covid-19, berkolaborasi dengan perusahaan ojol dan Yayasan Anak Bangsa.

"Di tengah pandemi ini masih harus tetap berada di jalanan menjual jasa, petugas kebersihan atau pemulung atau tukang kopi yang naik sepeda. Ya kan itu orang-orang yang setiap hari mau enggak mau bekerja di jalan. Lagu itu didedikasikan buat mereka. Kita mau jajan juga akhirnya ojol, mau ngirim hampers ke ibu kita mereka yang antar. Jadi mereka amat sangat berjasa di tengah kondisi ini," terang Kaka.

"Belakangan kemarin sempat manggung streaming. Alhamdulillah sih, sebetulnya kita lagi cari formula yang seru untuk tetap bisa berkarya walaupun bukan full album. Tetapi kita tetap manggung walaupun cuma streaming online. Gak terbatas, ya tetap harus kreatif," tambahnya.

Dalam acara yang dimoderatori oleh Humas Univ. Budi Luhur Alfan Harahap, Kaka mengungkapkan bahwa sebuah grup band bukan hanya kelompok band itu sendiri. Tetapi merupakan satu kesatuan dalam satu management besar yang tentunya melibatkan banyak orang.

"Memang lagi mencari konsep bagaimana konser bisa mengumpulkan banyak orang tapi berbayar, karena kita di dalam satu kelompok band ada management dan lainnya. Walaupun orang punya tontonan konser, media baru, tapi bisa berbayar. Kalau ketemu formulanya kita juga ingin mengedukasi orang bahwa mengapresiasi lewat karya streaming harusnya bisa berbayar juga. Artinya tetap menghargai musik," ungkapnya.

"Management dan artisnya harus bersinergi. Kita ada grub chat yang setiap hari update. apa yang akan kita lakukan," tambahnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga