Sopir KWK Keluhkan Pencairan uang lambat

Jakarta, Akuratnews.com - Sistem integrasi Transjakarta dengan KWK yang dilaksanakan selama tiga bulan lalu menuai keluhan dari sopir angkutan kota tersebut. Pencairan uang yang seharusnya dibayarkan setiap sepuluh hari sekali sering kali molor dengan alasan yang tidak jelas.

Sopir KWK S14 Petukangan Utara-Lebak Bulus Suyanto mengeluhkan sistem pencairan yang sering molor hingga 14 hari.

"Kalau sering molor begini lebih baik hapuskan saja interasi ini. Saya tidak tahu apa memang dari pemilik angkotnya atau dari transjakartanya bisa molor jauh begitu," cetusnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (8/7/17).

Dia juga mengungkapkan untuk jalur Petukangan Utara-Lebak Bulus penumpang dengan menggunakan kartu tersebut lebih sedikit dibandingkan penumpang reguler.

"Peminatnya sedikit kalau di sini. Di rute lain mungkin banyak," imbuhnya.

Sementara itu keterangan berbeda dituturkan oleh Muhammad Agus sopir KWK B08 rute Indosiar-Rawa Buaya. Sistem intergrasi ini cukup membantu pendapatannya sehari- hari.

"Adanya integrasi ini cukup membantu keuangan saya. Jadi bisa ada pemasukan lebih. Setidaknya untuk uang bensin sudah ada," tuturnya

Agus merinci dalam sehari sopir KWK integrasi menerima uang Rp30 ribu dari Rp200 ribu yang diberikan oleh PT Transjakarta. Uang tersebut dibagi dua antara KWK dan sopir angkot.

"Untuk kami Rp30 ribu sisanya untuk yang punya mobil. Setiap sepuluh hari kami baru kami terima uangnnya," ujarnya.

Terkait dengan molornya pencairan uang hal itu pernah terjadi. Namun dengan respon cepat dari sopir angkot keterlambatan itu tidak pernah terjadi lagi.

"Pernah terajadi dan tidak tahu sebabnya aap. Tapi kami langsung ngomong dengan pemilik mobil setelah itu tidak terjadi lagi. Malah saya dengar mau ditambah 12 mobil untuk diintegrasikan lagi," tandasnya. (Dedy)

Penulis:

Baca Juga