Sosialisasikan Empat Pilar, Maria Serukan Petani Tolak Radikalisme

Kubu Raya, Akuratnews.com - Anggota DPR yang juga anggota MPR, Maria Lestari SPd melaksanakan optimalisasi kegiatan Empat Pilar MPR di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (1/12).

Dihadapan puluhan warga Kabupaten Kubu Raya yang mayoritas berprofesi sebagai petani, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan jika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI merupakan Empat Pilar MPR RI yang wajib disosialisasikan anggota MPR dalam rangka memasyarakatkan dan membumikan Pancasila.

"Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal harus disosialisasikan kepada semua lapisan serta kelompok masyarakat sesuai dengan amanat UU No 17 Tahun 2014, sebagaimana telah diubah dengan UU No 13 Tahun 2019 Tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD" ujar Maria dalam kegiatan ini.

Maria melanjutkan, kegiatan optimaslisasi empat pilar dilaksanakan guna memperkuat  keutuhan Bangsa Indonesia. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar ini dilakukan secara rutin oleh MPR setiap tahun.

"Tujuannya untuk menanamkan jiwa dan semangat patriotisme masyarakat pada negara dan bangsa,” kata anggota DPR dari Dapil Kalimantan Barat I ini.

Maria melanjutkan, dirinya mengundang kelompok tani (Poktan) dan Penyuluh Pertanian untuk hadir dalam acara Optimalisasi Empat Pilar tersebut, dikarenakan para petani memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa kita, khususnya di bidang ketahanan pangan.

"Saya memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab moral untuk selalu berusaha memotivasi dan membantu para petani, karena saya selaku anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalbar I yang salah satunya  membidangi pertanian, selama ini telah sering berinteraksi dan mengunjungi langsung para petani di lapangan untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan mereka serta melaksanakan berbagai program  saya bagi kelompok tani dan kelompok masyarakat di Dapil Kalbar I, termasuk di Kabupaten Kubu Raya ini," papar Maria.

Maria juga berpesan kepada para petani agar selalu menjaga persatuan, keamanan dan persaudaraan sebagai implementasi nilai-nilai kebangsaan kita.

Ia pun mengingatkan petani untuk menghambat paham-paham radikalisme yang begitu nyata dalam kehidupan bermasyarakat akhir-akhir ini.

Menurut dia, nilai-nilai kebangsaan tidak boleh sirna oleh kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan Pancasila. Sebab Pancasila sudah final dan merupakan ideologi bangsa Indonesia.

"Sosialisasi ini untuk membuka wawasan petani dalam menyikapi isu-isu radikalisme yang gencar digelorakan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan politik dengan mengguncang tatanan hidup masyarakat,” ujar Maria.

Di dalam kegiatan tersebut, Maria juga berdialog dua arah dengan warga yang hadir terkait berbagai bidang dan sektor mata pencarian warga masyarakat setempat. Selama dialog berlangsung,  Maria mendengar dan menyerap begitu banyaknya keluhan warga masyarakat  terkait beberapa sektor.

Adapun keluhan para poktan selama ini adalah sulitnya petani mendapatkan pupuk saat musim tanam.

"Pasalnya selama ini para petani yang berada di kabupaten Kubu Raya selalu kesusahan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi sebagai kebutuhan utama para petani dalam menentukan kualitas dari hasil panen mereka," ujar Maria.

Setelah berdialog dengan warga dan mendengar langsung berbagai keluhan serta menyerap  aspirasi warga, Maria Lestari berjanji akan memperjuangkan  kebutuhan warga setempat, serta akan mencari solusi dari berbagai keluhan para kelompok tani.

"Setelah saya kembali ke Jakarta, saya akan membahas semua keluhan-keluhan masyakat kita bersama teman-teman yang lainnya di DPR, agar kesejahteraan masyarakat bisa menjadi prioritas utama pemerintah," ujar anggota DPR RI yang dikenal selalu dekat dengan kaum tani ini.

Penulis: Redaksi

Baca Juga