Rakornas Komunitas Banteng Asli Nusantara

Sosok yang Dijagokan Kombatan Kalteng Jadi Menteri Jokowi

Agustin Teras Narang, Juliari Batubara dan Jacobus K Mayong Padang. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua DPW Kombatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rudy Ohoiulun mengatakan setuju dengan perubahan Kombatan dari bentuk awal sebagai relawan menjadi bentuk organisasi massa. Namun begitu, sebagai salah satu relawan yang sukses dalam pemenangan Jokowi-Maruf Amin, perubahan itu menurut dia harus dapat mendorong kader Kombatan mendapat keuntungan politis.

Rudy menyarankan untuk mendorong figur yang ada di Kombatan duduk ke dalam kabinet kerja jokowi periode dua. Namun sayangnya tidak ada pembahasan itu dalam rakornas. Padahal menurut dia, kombatan memiliki figur dan tokoh berkelas yang pantas untuk duduk dalam kabinet Jokowi.

"Kombatan memiliki beberapa figur yang sebenarnya bisa didorong secara organisasi untuk masuk dalam kabinet Jokowi, tetapi sampai sekarang kan belum dibicarakan. Karena kalau kita menunggu itu rakernas (rencananya bulan November), pelantikan Jokowi sudah oktober, kabinet sudah tersusun. Saya kira DPN juga harus memikirkan itu." Kata Rudy Ohoiulun seusai rakornas di Grand Cempaka Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019) malam..

Bagi Rudy, beberapa tokoh berkelas di tubuh Kombatan yang mumpuni untuk duduk dalam kabinet diantara adalah mantan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang yang juga pembina Kombatan. Selain itu, juga ada nama besar Juliari Batubara dan Jacobus K. Mayong Padang.

"kita punya banyak tokoh berkelas, ada Agustin Teras Narang disana (Kalimantan tengah), ada Pak Juliari Batubara, saya kira pak Jacobus juga bisa didorong, kurang apa lagi?" katanya.

Oleh karena itulah, Rudy menegaskan, jika tak ada halangan, Kombatan Kalteng akan melakukan dukungan moral ke Kombatan untuk mengusulkan kader Kombatan, yaitu, Putra Kalimantan Tengah duduk dalam kabinet Jokowi.

"Apalagi isu pembangunan atau Ibukota itu ada di kalimantan tengah," ujar Rudy, menjadi sangat pantas jika putra daerah duduk dalam pemerintahan pusat, sebab menurut dia, bagaimana bisa jika Ibukota negara ada di Kalimantan Tengah, namun tidak ada satu pun putra daerah ada dalam kabinet.

"Bagaimana bisa, ibukota negara ada di Kalimantan, tetapi tidak ada satu pun kabinet orang Kalimantan. Bagaimana mereka (pemerintah) mengerti semua persoalan disana? makanya kemarin saya sampaikan, kalau memang pak Jokowi itu menginginkan, Kalimantan Tengah menjadi Ibukota Negara, seharusnya satu pos kementerian dibentuk, Kementerian Percepatan Pembangunan Ibukota Negara, itukan harus dibentuk, dan harus putra asli daerah itu." tegas Rudy.

Dia meyakini, orang yang tidak mengenal kalimantan, bagaimana bisa membangun ibukota di pulau itu. "saya percaya, orang yang tidak mengenal daerah itu, bagaimana mau bisa membangun daerah?" Kata Rudy.

Dia pun berharap, pimpinan pusat Kombatan bisa menjadi jembatan mewujudkan figur berkelas di Kombatan untuk duduk dalam kabinet.

"Mudah-mudahan DPN Kombatan bisa menjadi jembatan untuk itu dan didengarlah oleh Presiden soal ini. Karena kemarin di Kalteng sudah melakukan deklarasi untuk Ibukota Negara. Tugas Kombatan adalah mendorong putra terbaik Kalimantan tengah untuk menjadi salah satu bagian dari kabinet Jokowi dalam rangka pembangunan Ibukota Negara." Katanya.

"Kecuali.. maaf, pak Jokowi hanya berangan-angan soal itu, memberi janji. kalau dia (Jokowi) memang betul-betul serius, harus ada Putra Dayak yang menjadi bagian dari Kabinet mendatang," tandas Rudy Ohoiulun.*

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga