SP3 Kasus ‘baladacintarizieq’ Dicabut

Jakarta, Akuratnews.com - Masih ingat kasus dugaan chat mesum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) yang sempat dihentikan kasusnya alias SP3?

Hari ini, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) memutuskan mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus ini.

Sidang putusan ini digelar Selasa (29/12) sejak sekitar pukul 10.30 WIB. Dalam putusannya, hakim memerintahkan Polda Metro Jaya sebagai tergugat melanjutkan kasus chat mesum HRS dan Firza Husein.

"Sidang sudah selesai. Hasil putusannya, memerintahkan kepada termohon (Polda Metro Jaya) kembali melanjutkan proses hukum saudara, FHM dan HRS," kata kuasa hukum penggugat, Aby Febriyanto Dunggio, Selasa (29/12).

Menurut Aby, kepolisian harus membuka kembali penyidikan kasus dugaan chat mesum tersebut hingga tuntas agar tidak ada lagi simpang siur informasi antara benar atau tidaknya chat tersebut.

"Iya agar semua jelas dan tidak ada lagi prasangka bahwa ini setting-an untuk memojokkan ulama atau kriminalisasi, dan kepercayaan publik terhadap Polri tercipta kembali," ujarnya lagi.

Aby mengajukan gugatan SP3 tersebut dan diterima PN Jaksel dengan nomor perkara 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel.

Humas PN Jaksel sendiri masih belum bisa memberikan keterangan karena masih menunggu laporan dari majelis hakim sidang.

Kasus ini muncul pada 2017. Saat itu, beredar chat mesum antara HRS dan Firza. Polda Metro Jaya kemudian menetapkan keduanya menjadi tersangka.

HRS ditetapkan tersangka pada 29 Mei 2017, setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara. HRS dijerat Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 29, Pasal 6 juncto Pasal 32, dan Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi.

Polisi memastikan chat di kasus yang dikenal dengan nama 'baladacintarizieq' antara seseorang yang mengaku Firza Husein dan HRS adalah asli.

Tak lama setelah itu, HRS pergi meninggalkan Indonesia dan tinggal di Arab Saudi. Namun HRS dan tim pembelanya menegaskan chat itu adalah rekayasa.

Setahun kemudian, tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri 2018, HRS memperlihatkan surat penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum yang menjeratnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri kala itu, Brigjen Pol M Iqbal memberikan alasan Polri menerbitkan SP3 terhadap kasus baladacintarizieq. Iqbal mengatakan, penerbitan SP3 merupakan kewenangan penyidik.

Dia menerangkan ada sejumlah tahapan yang telah dilalui sebelum menerbitkan SP3. Salah satu yang menentukan yakni gelar perkara. Dalam gelar perkara, penyidik belum menemukan pengupload dalam kasus chat mesum HRS dan Firza Husein tersebut.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga