SPBUN PTPN I Berhentikan Unsur Ketua

Langsa, Akuratnews.com - Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Aceh memberhentikan secara tidak hormat M.Yacob AR dari ketua karena diduga melanggar AD/ART SPBUN PTPN I.

Sekretaris Jenderal SPBUN PTPN I, Abdullah Kamaruddin atau yang akrab disapa Cicik Abdullah kepada Akuratnews.com menyatakan, pemberhentian M.Yacob AR dilakukan lewat surat keputusan Nomor 001/SKEP/SPBUN/X/2020 di Februari 2020.

Cicik menambahkan, secara aturan pihaknya telah melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh, Dinas Tenaga Kerja Kota Langsa, Direksi PTPN I dan FSPBUN Nusantara di Jakarta sebagai induk dari organisasi.

"Berawal dari pemilihan pergantian antar waktu (PAW) dari ketua lama Adi Yusfan yang mengundurkan diri, maka sesuai AD/ART diadakan pemilihan antar waktu yang dilaksanakan pada 8 Juni 2019. Dalam pemilihan tersebut terpilih Syaifullah sebagai ketua SPBUN PTPN I yang baru untuk sisa periode 2016/2021," ujar Cicik, Jumat (13/3).

Namun di kemudian hari, M.Yacob AR mengklaim dirinya diangkat sebagai ketua umum SPBUN PTPN I, dengan alasan beliau diangkat berdasarkan pernyataan bersama pengurus.

"Yang menjadi pertanyaan, pengurus yang mana, siapa yang memilih dan kapan pemilihannya terjadi. Di dalam sebuah organisasi tidak dikenal yang namanya atas pernyataan bersama," terang Cicik.

Lanjutnya, M.Yacob AR bisa saja mengklaim dirinya didukung oleh 9 unit/basis. Tetapi setelah dikroscek ternyata ada basis/unit yang menolak bahwa mereka mendukung. Bahkan diduga dukungan tersebut ada yang dipalsukan tanda tangannya.

Apabila hasil pemilihan yang dilakukan pada 8 Juni 2019 tidak dapat diterima maka akan dilakukan mosi tak percaya.

"Dan apabila memiliki alasan yang kuat maka silahkan diadakan Muslub. Tetapi semua harus melalui mekanisme yang benar dan sesuai dengan AD/ART organisasi, bukan sesuka hati kita dapat melakukannya," ucap Cicik lagi.

Posisi ketua umum sendiri dapat digantikan dengan beberapa ketentuan. Pertama berakhirnya masa jabatan, kedua mengundurkan diri, ketiga melakukan kesalahan yang melanggar AD/ART dan terjerat kasus hukum.

"Organisasi ini bukan organisasi preman. Di dalam setiap keputusannya ada aturan, bukan sekehendak hati sekelompok saja. Para pengurus yang resmi sampai saat ini masih solid menjalankan roda organisasi sampai masa jabatan berakhir nanti. Kesampingkan ego dan kepentingan pribadi atau kelompok, mari kita menata organisasi ini menjadi baik bahkan lebih baik sesuai dengan misi kita, 'Perusahaan sehat karyawan sejahtera'", tutup Cicik Abdullah.

Penulis: Chaidir
Editor:Redaksi

Baca Juga