Sri Bintang Pamungkas: Jokowi-Prabowo Sama Saja, 1 Ayam Sayur, 1 Ayam Potong

Prabowo Subianto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (Foto: istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Bukan Sri Bintang Pamungkas namanya jika tak bersuara keras melihat eskalasi politik di tanah air, terlebih dengan kabar masuknya Prabowo Subianto ke dalam gerbong pemerintahan.

Sebelumnya Sri Bintang Pamungkas menyatakan akan menggagalkan pelantikan Jokowi dengan mengerahkan massa besar-besaran. Namun ancaman itu, sepertinya batal dilaksanakan, apakah karena masuknya Prabowo ke gerbong Jokowi?

Sri Bintang menyatakan tetap tak akan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merapat ke pemerintahan. Ia bersikukuh dengan sikapnya sejak Pilpres 2014.

Menurut Bintang, Jokowi dan Prabowo sama-sama didukung pebisnis dan negara Republik Rakyat China. Bintang mengibaratkan keduanya sebagai ayam.

"Di beberapa tempat, orang tanya pada saya, Prabowo itu seperti apa, Jokowi seperti apa. Saya bilang terus terang ini, yang satu ayam sayur, yang satu ayam potong. Ya, jadi memang republik ini akan mengalami kerusakan yang hebat kalau rezim ini terus," kata Bintang dalam diskusi di Rumah Class Action Guntur Network 49, lansir situs nasional di Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2019).

Bintang tak mendukung keduanya juga karena baik Jokowi maupun Prabowo dianggap sama-sama mendukung amendemen UUD 1945 yang sudah dilakukan selama ini.

Menurut Bintang, seharusnya UUD 1945 yang belum diamendemen yang diterapkan Indonesia sebagai warisan kemerdekaan. Bintang menilai amendemen UUD 1945 hanya menguntungkan segelintir elite. Amendemen.

"Nonpartai tidak boleh memilih. Padahal syarat-syarat membuat partai itu triliunan, hanya orang kaya macam, ya Jokowi di belakangnya kan ada, Prabowo juga ada," tutur dia.

Pria yang pernah ditahan kepolisian karena tuduhan makar ini bersikukuh Jokowi harus turun dari jabatannya. Bahkan ia membandingkan pemerintahan Jokowi dengan rezim Soeharto yang bisa ditumbangkan karena kehendak rakyat.

"Kalau Soeharto bisa jatuh, Jokowi juga bisa jatuh. Kalau Soeharto dilantik bulan Maret, bulan Mei jatuh. Jadi kalau Jokowi dilantik besok, saya kira Desember jatuh. Ini saya ingin sampaikan kepada Polda kalau saya diperiksa lagi," tandas Bintang. (*)

Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga