Sri Mulyani Sebut Perang Tarif Timbulkan Tantangan Jangka Menengah Untuk Indonesia

Jakarta, Akuratnews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan langkah Amerika Serikat memberikan tarif masuk kepada beberapa negara dan komoditas dapat menimbulkan tantangan bagi Indonesia dalam jangka menengah.

Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (26/07/18), Sri Mulyani mengatakan, tantangan tersebut muncul karena tensi perdagangan global yang terjadi akan memberikan risiko bagi pertumbuhan ekonomi secara global pada tahun 2018 ini.

Menkeu menyebutkan langkah unilateral yang dilakukan AS akan memengaruhi pertumbuhan global yang kemungkinan akan menghadapi risiko pada semester II-2018.

"Padahal kemarin kita berharap bahwa ini bisa menjadi salah satu mesin dari pertumbuhan ekonomi, tidak hanya dunia tetapi bagi negara-negara bisa mengandalkan investasi dan ekspor," ujar.

Sri Mulyani terutama mewaspadai kinerja ekspor yang mungkin akan terhalangi oleh "outlook" dari perekonomian global yang melemah.

Hal tersebut perlu diantisipasi karena negara-negara tujuan ekspor memunculkan barikade, baik dalam bentuk tarif maupun non-tarif.

Kemudian, Menkeu juga menyoroti kondisi dinamika hubungan dagang AS-China, di mana pihak AS tidak terlalu memikirkan penyelesaian masalah perdagangan itu. Bahkan terjadi eskalasi berupa ketegangan dari sisi retorika.

"Kalau sekarang RRC berubah posisi, maka ini akan menimbulkan dinamika yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan itu pengaruhnya tidak hanya ke trade namun juga kepada mata uang dan kepada sentimen arus modal," ungkapnya. (Han)

Penulis:

Baca Juga