Status Tersangka Eggi Sudjana Berpotensi Timbulkan Konflik

Jakarta, Akuratnews.com - Hari ini, pengacara yang juga aktivis, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar oleh Polda Metro Jaya (PMJ).

Penetapan status ini dipandang semakin memperjelas spekulasi jika sebelum tanggal 22 Mei yang merupakan tanggal penetapan rekapitulasi suara Pemilu 2019, banyak tokoh yang kritis terhadap calon petahana akan diamankan.

"Ada kekhawatiran sebelum tanggal 22 Mei, ada tendensi sejumlah tokoh dan aktivis diamankan," ujar akademisi Universitas Paramadina, Herdi Sahrazad di sela-sela Diskusi Forum Tebet bertajuk 'Membongkar Modus Operandi Kecurangan Pilpres' di Jakarta, Kamis (9/5).

Penetapan status tersangka ini juga dikatakan Herdi, mampu membuat masyarakat semakin kecewa dan berpotensi menimbulkan konflik.

"Ini ulah segelintir elit. Pemerintah sudah semakin otoriter," tandas Herdi yang menjadi pembicara bersama Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi, praktisi media Arief Gunawan dan pakar IT Akhyar MS.

Ia tak menampilkan juga kemungkinan hal seperti ini sudah diatur sedemikian rupa guna membungkam tokoh-tokoh yang bersebrangan dengan petahana.

"Ada framing ke arah sana. Ini kontra produktif untuk gerakan pro demokrasi," tegas Herdi.

Seperti diketahui, Eggi Sudjana yang juga Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar sejak 7 Mei 2019.

"Betul (Eggi Sudjana) telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, (9/5).

Penyidik, kata Argo telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga