Stop Main Games, Tik Tok dan YouTube, Mahasiswa Diminta Segera Kritisi PSBB

Jakarta, Akuratnews.com - Pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah wilayah guna mencegah semakin masifnya wabah Corona (Covid-19) dipertanyakan sejumlah pihak.

"Sudah cukup efektif kah? Apa efek jera bagi yang melanggar PSBB ini? Apakah pemerintah akan memberikan kompensasi bagi rakyat jika kebijakan ini benar-benar dilaksanakan. Semua masih abu-abu, masih belum jelas. Action-nya aja seperti yang serius, implementasinya nol besar," tegas Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah di Jakarta, Selasa (14/4).

Rakyat, dikatakan Iskandar, juga sedang menunggu kejelasan pemerintah. Pasalnya, rakyat pun harus punya kejelasan, kompensasi apa yang didapatnya dari pemerintah atas pemberlakuan kebijakan ini.

"Melihat situasi yang tak menentu ini, saya khawatir rakyat marah. Karena rakyat bukan lagi berbicara virus, tapi sudah pada persoalan perut yang lapar," ucapnya.

Ia berharap, mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menjadi salah satu pelopor utama mengkritisi efektivitas kebijakan pemerintah ini.

"Sudah saatnya mahasiswa jeli melihat ini. Kalian jangan tidur, lihat rakyat sudah susah dimana-mana, sudah lapar dan mendapat perlakuan diskriminatif dari oknum-oknum tak bertanggung jawab," tegas Iskandar.

Dilanjutkannya, keprihatinan bangsa ini sudah masuk ke semua sektor, baik di sektor ekonomi, politik dan budaya. Semua sektor ini terancam runtuh dan mengalami krisis panjang.

"Stop dan tinggalkan main games-mu, tinggalkan mainan Tik Tok-mu, jangan terus bermimpi jadi YouTuber. Bermimpilah menjadi penyelamat rakyatmu sendiri. Jika mahasiswa diam seribu bahasa, tak bisa menegur pemimpin-pemimpin negeri ini, saya sarankan berhenti jadi mahasiswa," pungkas Iskandar.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga