Suap DPRD Tulungagung, KPK Geledah 5 Tempat di Jatim

Jakarta, Akuratnews.com - KPK lakukan penggeledahan dilima lokasi di Jawa Timur terkait kasus suap Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penggeledahan dilakukan selama dua hari pada Rabu, 10 Juli 2019 dan Kamis, 11 Juli 2019.

"Pada Hari Rabu (10 Juli 2019) dilakukan penggeledahan di satu lokasi, yaitu Kantor Badan Pembangunan Daerah Propinsi Jawa Timur. Dari lokasi tersebut disita sejumlah dokumen penggaran. Kemudian kegiatan penggeledahan dilanjutkan pada hari Kamis (11 Juli 2019) di empat rumah Pribadi sejumlah pejabat yang masih aktif ataupun telah penisun di Badan Pembangunan Daerah Provinsi Jatim," ujar Febri dalam keterangannya, Jumat (12/7/2019).

Dari empat lokasi tersebut, tambah Febri, KPK menyita dokumen terkait penganggaran dan barang bukti elektronik berupa telepon genggam.

Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dengan sumber dana APBD Tulungagung dari Bantuan Keuangan APBD Provinsi Jawa Timur.

Diketahui, Ketua DPRD Supriyono menjaga tersangka KPK sejak 13 Mei 2019. Ia diduga menerima uang sebesar Rp 4,88 miliyar selama perode 2015-2018 dari Bupati Tulung Agung Periode 2013-2018.

Atas dugaan tersebut, Supriyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah duubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tundak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan KPK pada Rabu, 6 Juni 2018 lalu. Saat itu, KPK menangkap Bupati Tulungagung dan Walikota Blitar juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 2,5 miliar.

Penulis: Fajar
Editor: Alamsyah

Baca Juga