Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Kota Banjar

Sudah Ada Tersangka, KPK Janji Umumkan Dalam Waktu Dekat

Jakarta, Akuratnews.com - Walau sudah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak yang terkait, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mau menjelaskan rinci dugaan tindak pidana korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar 2012-2017.

Padahal, kasus ini di KPK sebenarnya saat ini sudah naik pada tahap penyidikan.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri menyebut, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar. Salah satunya, Sekertaris Daerah Kota Banjar, Ade Setiani.

“Penyidik mengkonfirmasi keterangan yang bersangkutan terkait dengan dokumen yang telah diamankan penyidik, mengenai dugaan tindak pidana korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017,” kata Ali di Jakarta, Rabu (29/7).

Selain Ade, penyidik KPK juga turut memeriksa empat pegawai Bank BJB yakni Anet Yulisthian, Dewi Fitriana, Aceu Roslinawati dan Ratih Nurul Fadila.

Penyidik mengonfirmasi mengenai adanya data dugaan transaksi keuangan yang mencurigaan dari rekening bank yang di duga milik salah satu pejabat daerah di Kota Banjar.

KPK juga turut memeriksa Kepala Inspektorat Kota Banjar Ojat Sudrajat. Tim penyidik mengonfirmasi terkait adanya dugaan penerimaan fee oleh pihak-pihak tertentu terkait proyek infrastruktur di Kota Banjar saat yang bersangkutan menjabat selaku Kadis PUPR.

“Saksi Supriyadi (anggota DPRD Kota Banjar), penyidik mengkonfirmasi terkait dengan dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada pejabat di Kota Banjar,” ujar Ali.

Kendati demikian, KPK, ujar Ali, belum bisa membuka siapa yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam sengkarut korupsi proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar 2012-2017.

Namun Ali berjanji, tidak lama lagi bakal mengumumkan seorang yang sudah menyandang status tersangka dalam perkara tersebut.

“KPK masih akan terus melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang lain. Namun demikian untuk kontruksi perkara dan siapa pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan kami sampaikan nanti pada waktunya,” tegas Ali.

Sebelumnya, KPK tengah melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017. Penyidik lembaga antirasuah ini pun telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi yang berada di Kota Banjar.

Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen berupa surat-surat yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi serta barang bukti elektronik.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga