Sudah Saatnya Masukkan Hoax Sebagai Kejahatan Luar Biasa

JAKARTA, Akuratnews.com - Melihat penyebaran hoax sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan dan menimbulkan perpecahan di tubuh bangsa dan negara, sudah saatnya memasukkan penyebaran hoax sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

"Kami melihat seperti itu. Penyebaran hoax itu sudah harus jadi extra ordinary crime, sama seperti korupsi, terorisme dan narkoba," tandas Ketua Umum Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Wishnu Dewanto di Jakarta, Senin (29/1).

Kenapa dirinya bisa berpendapat seperti itu? Salah satunya lantaran penyebaran hoax sudah sangat masif dan bahkan sudah masuk ke dalam masjid.

"Oleh karenanya, MCM dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan 1.000 ustadz dari seluruh Jakarta untuk memberikan pencerahan dan pemahaman akan peran masjid sebagai rumah ibadah bagi kemaslahatan umat," paparnya.

Ketua Umum MCM, Wishnu Dewanto bersama Ketua Dewan Pembina MCM, Budi Karya Sumadi saat bersilaturahmi ke Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat.

Lanjut Wishnu, ada tiga hal yang nantinya menjadi poin penting untuk disampaikan pada para ustadz ini. 

Pertama, pencerahan dan pemahaman akan peran masjid sebagai mana mestinya. Kedua, masjid bukan tempat penyebaran hoax. Ketiga, pengembalian fungsi dan citra masjid.

"Kenapa citra masjid juga kita tekankan disini? Karena selama ini banyak citra jelek muncul dari masjid lantaran masjid kerap digunakan sebagai ajang penyampaian kepentingan politik praktis," bebernya.

MCM pun meminta masyarakat untuk tanggap terhadap masjid-masjid yang jadi sarana kepentingan politik praktis. Berpolitik di masjid tidak dilarang, tapi berpolitik yang menyejukkan umat.

"Takmir (pengurus masjid) juga harus bisa dikoreksi. Masyarakat juga harus berani mengkritisi. Jika takmir tetap tak mau dikoreksi, laporkan ke Dewan Masjid Indonesia (DMI). Disinilah MCM hadir untuk memberi penguatan akan hal tersebut," tegas Wishnu. (rianz)

Penulis:

Baca Juga