Sumpah Pemuda di Mata KITA, Momen Kritis Milenial Hingga Upaya Hidupi Seni dan Budaya

Bandung, Akuratnews.com - Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini bisa dijadikan momen bagi kaum milenial untuk mengkritisi jalannya pemerintahan secara proporsional.

"Boleh mengkritik, tapi jangan hoax, jangan fitnah," ujar Ketua Umum Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Maman Immanulhaq di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) KITA di Bandung, Rabu (28/10).

Maman pun mengajak milenial untuk aktif memberikan masukan pada pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

"Sampaikan kritik dengan sopan, santun dan keadaban. KITA bersama pemerintah saling menguatkan. Bersama KITA mengkritisi pemerintah berdasarkan data, fakta, dan hal yang riil. Nanti bersama komunikasi ke DPR, MPR, Bapenas dan Kementerian,” papar Maman.

Ditambahkan Ketua Panitia Munas, Camel Petir, sebagai salah satu perwakilan milenial di KITA, dirinya coba memberi contoh proses kreatif bagi milenial.

Camel yang punya latar belakang sebagai penyanyi dangdut, ikut memberi andil dalam kegiatan ini dengan menyanyikan lagu ciptaan Maman.

"Prosesnya (pengerjaannya) nggak lama dan aku bawainnya juga dengan pede," ujar wanita bernama asli Camelia Panduwinata Lubis yang juga menjadi Bendahara Umum KITA ini.

Ditambahkannya, agenda Munas juga merumuskan beberapa program kerja terutama menghidupkan kembali nilai-nilai seni dan kebangsaan.

Salah satu bentuk apresiasi KITA pada pelestarian dan pengembangan seni diwujudkan dalam agenda menonton film produksi perdana Indonesia, 'Lutung Kasarung' di The Majestic, bioskop pertama di Bandung.

Agenda ini dilakukan setelah peserta Munas melakukan Historical Walk di Jalan Asia Afrika, Bandung.

Sebelumnya, dalam rangkaian Munas, KITA juga menggelar Maulid Nabi Muhammad, Munajat Cinta Indonesia, wacana budaya, doa kebangsaan lintas iman dan pembukaan Pesantren Melodia.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga