Tiga Petingginya Dicokok Polda Jabar

Sunda Empire Resmi Sebarkan Berita Bohong dan Keonaran

Bandung, Akuratnews.com - Setelah sempat menjadi buah bibir pasca Kerajaan Agung Sejagat yang dicokok kepolisian, kini giliran Sunda Empire yang akhirnya dicokok polisi.

Ditreskrimum Polda Jawa Barat, hari ini telah menetapkan tiga tersangka dari Sunda Empire yang dilaporkan menyebarkan berita bohong.

Ketiganya adalah Nasri Banks (Perdana Menteri Sunda Empire), Raden Ratna Ningrum (Kaisar Sunda Empire) dan Rangga Sasana (Sekjen Sunda Empire). Mereka disangkakan pasal penyebaran berita bohong.

"Rangga Sasana dilakukan penangkapan tadi pukul 15.00 WIB di Tambun, Bekasi," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga, Selasa (28/1).

Sekitar pukul 19.15 WIB, Rangga datang ke Mapolda Jabar bersama penyidik. Pria ini masih mengenakan seragam ala militer warna abu lengkap dengan atribut serta topi baret biru.

Rangga yang sempat diwawancara media sebelum masuk ke Gedung Ditreskrimum mengaku tak masalah setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tetap terus dilakukan, silakan nanti Anda juga melihat. Kita menghargai hukum," ujarnya.

Rangga sendiri sebelumnya dilaporkan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya terkait diskusi antara keduanya soal awal berdirinya PBB dan NATO dalam sebuah program televisi nasional yang berbuah pada perubahan informasi di laman Wikipedia.

Sebelumnya, polisi sudah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan meski belum ada nama tersangka.

Kombes Saptono Erlangga menuturkan, penyelidikan Sunda Empire dimulai setelah Polda Jabar menerima laporan dari tokoh dan budayawan Sunda, Mohamad Ari. Setelah itu polisi langsung memanggil sejumlah orang untuk diminta keterangan.

Mereka yang dipanggil antara lain pelapor, lalu pihak dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Marketing sebuah hotel yang tempatnya dijadikan sebagai lokasi pertemuan selama 2019.

Selain itu, kata Saptono, polisi juga meminta keterangan dari ahli dan budayawan Sunda, Profesor Ganjar Kurnia, ahli pidana Profesor Edi Setiadi, dan ahli sejarah Profesor Reza.

"Dari hasil keterangan ahli, alat bukti, penyidik berkesimpulan kasus ini memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 14 dan 15 UU nomor 1 tahun 1946. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong atau dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dihukum setinggi-tingginya 10 tahun," kata Saptono.

Saptono menambahkan, di Kesbangpol Jawa Barat, Sunda Empire juga tidak terdaftar alias ilegal.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga