oleh

Survei Indikator Politik: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Tinggi tapi Belum Aman

Jakarta, Akuratnews.com – Pesta Demokrasi Pemilu 2019 saat ini sudah memasuki tahapan kampanye. Sesuai dengan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), masa kampanye peserta Pemilu berlangsung sejak 23 September 2018 hingga 14 April 2019.

Saat ini, elektabilitas calon Presiden (Capres) dan calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan berlaga dalam Pilpres 2019, semakin menjadi topik hangat untuk dibicarakan dan patut diketahui oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Indikator Politik Indonesia terhadap 1220 responden dari 34 Provinsi se-Indonesia, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih tinggi dibandingkan Prabowo-Sandiaga.

“Jika pemilihan Presiden dilakukan sekarang, Capres dan Cawapres yang dipilih responden adalah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dengan persentase 57,7 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga yang 32,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam acara rilis hasil survei nasional di kantor Indikator Politik Indonesia, Jl. Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

“Tapi masih termasuk kategori belum aman, mengingat Pilpres masih tujuh bulan lagi,” tambah dia.

Lanjut, Burhan, kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai Presiden ikut mempengaruhi elektabilitasnya. Dimana hasil survei menunjukkan, 72 persen responden sangat atau cukup puas dengan kinerja Jokowi. Selain itu, 71 persen responden percaya Jokowi masih mampu memimpin Indonesia.

“Ini modal psikopolitik penting untuk dukungan pada kepemimpinan nasional, lepas dari banyak masalah yang dihadapi bangsa ini,” imbuhnya.

Namun kata Burhan, jika masyarakat merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi sebagai Presiden, maka dukungan masyarakat akan besar untuk pasangan Prabowo-Sandiaga. Begitu juga dalam hal keyakinan masyarakat terhadap kemampuan Jokowi memimpin Indonesia.

“Jika masyarakat banyak yang kurang atau tidak yakin terhadap Jokowi, maka pasangan Prabowo-Sandiaga akan diuntungkan,” jelasnya. (Rhm)

Loading...

Komentar

News Feed