Semarak Pemilu 2019

Survei LSI: PDIP Jadi Jawara Pemilu 2019, Gerindra Kedua

Jakarta, Akuratnews.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil hitung cepat (quick count) pada H+2 pemilu 2019. Namun rilis kali ini, LSI tidak membahas Pemilihan Presiden sebagaimana diumumkan Denny JA kemarin, 2 jam lebih 2 detik seusai pencoblosan, LSI hanya menyorot suara pemilihan Calon Legislatif (Caleg).

Denny JA mengatakan, penggabungan pemilihan Caleg dengan pemilihan presiden berdampak buruk bagi pemilihan Caleg. Alasannya publik lebih berkonsentrasi pada pilpres sehingga proses pileg menjadi terlihat seperti anak tiri.

"Pileg menjadi anak tiri dalam pemilihan umum yang digabung ini," terang Denny JA dalam 'opening Statment' sebelum pengumuman hasil hitung cepat LSI diumumkan di Rawamangun Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Menurut Denny penggabungan pileg dan pilpres berdampak buruk bagi para caleg sebab publik lebih melirik proses pilpres. Namun Denny memprediksi bahwa pemilu penggabungan ini menjadi pemilu dengan model penggabungan yang pertama dan terakhir.

Menurut Denny jika dalam pemilihan caleg, jumlah Golput mencapai 30 persen, sementara untuk Pemilihan Presiden, Golput tercatat 15 persen, dalam hal ini jelas animo masyarakat untuk memilih dalam proses pilpres lebih kuat ketimbang Caleg.

Sementara itu, hasil hitung cepat (quick count) LSI khusus untuk pemilihan Caleg, dalam hal ini suara partai, LSI memperoleh hasil, ada 9 partai yang diprediksi lolos ke parlemen.

Rully akbar salah satu peneliti di LSI mengatakan, hasil hitung cepat diambil dari sample 2000 TPS dari 810.000 TPS di seluruh Indonesia.  Dengan total suara masuk di H+2 Pemilu 2019 mencapai 92,80 persen.

Berikut partai yang dipastikan lolos dari ambang batas 4 persen suara Presidential Threshold, yakni :

PDI Perjuangan masih jadi Jawara Pemilu 2019.

Hasil hitung cepat LSI mengumumkan, PDIP mendapat suara tertinggi dengan memperoleh 19.80 persen, Gerindra di posisi kedua dengan 12.50 persen, Sementara Golkar di posisi tiga dengan 12.09 persen. Sementara untuk posisi keempat hingga ke sembilan secara berurut yakni, PKB dengan 9,93 persen, NasDem memperoleh 8,31 persen, PKS 8,16 persen, Demokrat 6,71 persen, PAN 6,12 persen, dan PPP 4,4 persen.

Khusus untuk Perindo yang memperoleh 3,18 persen, LSI menyebut Perindo berada di posisi abu-abu yang diprediksi lolos ambang batas sebab dengan margin of error 1 persen, Perindo masih mungkin lolos Presidential Threshold.

Lantas partai apa saja yang diprediksi tidak lolos ambang batas 4 persen dalam hitung cepat LSI ini:

Data LSI menyebutkan, untuk partai yang dipastikan tidak lolos ambang batas adalah partai Berkarya 2,4 persen, PSI 2,39 persen, Hanura 1,83 persen, Garuda 0,97 persen, PBB 0,86 persen, PKPI 0,38 persen.

Penulis:

Baca Juga