Suta Nusantara Siap Kembangkan Serai Wangi ke Timur Indonesia

Ketua KUP Suta Nusantara Dadung Hari Setyo, sedang berbincang dengan para pelaku usaha NTT di kantor Gapensi Jakarta Pusat.

Jakarta, Akuratnews.com – Memiliki potensi yang cukup besar dalam peningkatan perekonomian Suta Nusantara berencana akan menegembangkan Budi Daya serai wangi hingga ke wilayah Timur Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Belu dan Melaka Nusa Tenggara, Timur (NTT) Suta melihat wilayah tersebut memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan serai wangi akan cemerlang ke depannya.

Menggandeng para pengusaha dari NTT, serai wangi dipilih karena merupakan tanaman yang akrab dengan masyarakat dan tidak membutuhkan skill yang rumit. Sehingga masyarakat bisa melakukan budiddaya dari tanaman yang tergolong dalam sejenis rumputan. Serai wangi dinilai dapat bertahan hidup disegala tempat.

“Dalam dua tahun ini sudah mencapai di atas 10rb Ha untuk budi daya serai wangi. Untuk produksi penyulingan kita konsentrasi di Subang termasuk packing yang menghasilkan 15 produk turunan.Ini sudah berjalan bagus walaupun dengan pabrik yang sederhana,” ujar pria yang akrab dipanggil Masda, kepada redaksi agriculturenews.id, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Masda, menjelaskan NTT dipilih karena jika dilihat secara geogragrafis memiliki potensi agribisnis yang luar biasa. Posisi pertanian wilayah NTT yang dekat dengan lautan memiliki kelebihan alam antara lain sinar mataharinya cukup baik, udaranya cukup baik karena mengandung garam sehingga penggunaan pupuk bisa didesain dan tidak banyak.

“Tanah di NTT cukup luas. Artinya dengan luas tersebut, menggunakan alat dan teknologi yang diturunkan bisa meningkatkan percepatan serai wangi di sana,” imbuhnya.

Menyambut kerjasama yang dilakukan, Pengusaha NTT Melianus Mau Leon, mengungkapkan budi daya serai wangi merupakan hal baru bagi pihaknya. Dengan kerjasama tersebut, diharapkan Suta Nusantara akan membantu ,masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Belu dan Melaka.

“Harapannya kerjasama ini bisa membantu masyarakat dalam bidang ekonomi dan ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang kelauar daerah sehingga budi daya ini bisa menjadi pusat ekonomi dan bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi mereka dan bisa memenuhi kebutuhan hidup,” terangnya.

Terkait dengan membangun inti bisnis pertanian di wilayah NTT, Leon, mengatakan tim dalam kerjasama ini akan membangun inti bisnis serai wangi dan banyak pelaku bisnis di daerah yang bisa dilibatkan sebagai plasma.

“Secara komunitas, plasma ini bisa menjadi besar dan tentu ekonomi secara keseluruhan bisa lebih maju dari tahun dan periode sebelumnya. Di NTT jika di lihat secara nasional sangat terbelakang. Sehingga ini memanggil kami, khususnya di Belu dan Melaka, sehingga NTT bisa berubah melalui budi daya serai ini. Kami memiliki keingoinan melalui serai wangi bisa mencapai dunia,” harapnya.

Target 1 Juta Ha

Pengusaha NTT Yacobus Boule, menjelaskan kerjasama pertanian serai wangi ditargetkan dalam lima tahun ini akan mencapai 1 juta Ha. Dalam teknisnya, Yacobus, memaparkan langkah yang diambil melalui pembibitan.

“Pembibitan merupakan hal yang penting untuk kebutuhan 1 juta Ha membutuhkan sekitar 200jt bibit. Sehingga perlu ada pembibitan lokal untuk menurunkan cost. Selanjutnya, dengan  mempersiapkan lahan. Dimana, ada sekitar 20 juta Ha lahan yang belum dikelola dengan baik. Untuk itu dengan program serai wangi ini akan dapat membangun ekonomi masyarakat. eekonomi minimal bisa meningkat dalaa waktu 2-3 tahun ke depan,” paparnya.

“Kami percaya dengan adanya industri pengelolaan serai wangi yang sangat ekonomis, dimana kami pelajari di Jawa sangat ekonomis, memberi keyakinan untuk dikembangkan di NTT,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Masda, mengatakan dalam pencapaian target tentunya menghitung permodalan yang akan dibutuhkan. Untuk pengembangan serai wangi di NTT rencananya akan diterapkan di empat Kabupaten. Per Kabupaten masing-masing membutuhkan lahan sekitar 400-500 Ha.

“Selanjutnya perkembangan serai wangi tidak berhenti. Suta akan memberi konsep kawasan serai wangi sampai produksi ini terkonsentrasi dalam satu wilayah sehingga memiliki empat fungsi. Sebagai tempat bisnis, wisata, edukasi dan riset. Insya allah secara bertahap kita ingin menggagas berdirinya sekolah Suta Nusantara serai wangi di subang dan peringatan hari serai wangi nusantara di Indonesia,” imbuhnya.

Tokoh NTT Setu Alberto Emanuel, mengatakan kalau dilihat serai wangi produk tanaman yang clear terhadap resiko. Menurutnya NTT perlu perhitungan matang jika ingin menanam produk pertanian.  Jika salah memilih akan fatal, karena di sana cukup banyak belalang.

“Kita sudah merasa mantab dalam bisnis ini. Sebelum melangkah kami perlu masukan untuk mengambil keputusan yang tepat dengan resikonya. Minimal resiko apa yang akan kita hadapi. Secara ekonomi dan teknis kita sudah tahu,” katanya.

“Kita berharap tahun ini sudah mulai. November kita canangkan proses penanaman, artinya kita sudah melakukan hal-hal sepeti lahan dan pembibitan. Kaki sangat yakin pertumbuhan serai wangi akan sangat bagus di NTT. Akan bisa menghidupi orang banyak. Potensi kehidupan di NTT akan meningkat ekonominya,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga