Sutra Dewangga dan Cita-cita IUT Jadikan Keroncong Indah dan Mewah

AKURATNEWS - Genre kroncong langgam Jawa masih merupakan jenis musik yang belum menjadi pilihan kalangan milenial. Namun, penyanyi keroncong, Indra Utami Tamsir bertekad menangkis hal itu. Genre musik yang diusungnya ini ingin digemari semua kalangan, termasuk kaum milenial.

Agar keroncong semakin dikenal milenial dan tak kehilangan peminatnya, penerima penghargaan Penyanyi Keroncong Terbaik AMI Award 2013 ini meluncurkan album teranyar bertajuk 'Sutra Dewangga'.

Dari sembilan lagu di album ini, tujuh liriknya ditulis sendiri oleh penyanyi yang akrab disapa IUT ini. Sedangkan keseluruhan musiknya diaransemen Budi L Tandang yang pernah kolaborasi bersamnya menelurkan album 'Nggayuh Katresnan' dan diganjar AMI Award.

IUT mengaku terpanggil menjaga keroncong langgam Jawa agar tidak punah dan terus bertahan di industri musik nasional serta dapat diterima semua lapisan masyarakat. Penyanyi yang disebut sebagai The Next Waldjinah ini tetap meluncurkan albumnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. negeri ini.

"Delapan bulan saya hanya menyalurkan hobi memasak di tengah pandemi. Kemudian muncul rasa bosan hingga akhirnya keluarlah album ini. Saya berharap dengan album baru bisa merangkul milenial dan musik keroncong yang indah dan elegan tetap terjaga," ujar IUT saat peluncuran album 'Sutra Dewangga' secara virtual di Jakarta, Sabtu (7/8).

Mulanya IUT hanya ingin memproduksi dua lagu, kemudian chemistry dari kolaborasi ini menghadirkan lagi tujuh lagu baru sehingga ada total sembilan lagu baru yang ada di album ini. Notasi dan aransemennya ditulis Budi, antara lain 'Kayungyun', 'Kembang Impen', 'Cincin Emas' dan 'Ngelayun Esem'.

"Meski kami memproduksi secara langsung, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk memproduksi album tersebut," imbuh IUT.

Di album 'Sutra Dewangga' ini, lagu-lagu yang disuguhkannya menghadirkan nuansa baru bertempo lebih cepat dan lebih ceria serta bercerita tentang perasaan bahagia saat jatuh cinta.

"Sutra Dewangga sendiri punya makna kita semua adalah dewa. Memiliki sifat dewa yang memiliki peran masing-masing untuk membuat kebaikan. Dan sutra sendiri artinya indah dan lembut. Jadi musik keroncong itu indah dan mewah," paparnya.

Sebelumnya, IUT sudah merilis empat album yakni Pengantin Agung (2012), Nggayuh Katresnan (2013), Wanita (2016), dan Mustika Indonesia (2018) yang dibuatnya secara mandiri.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga