Syarief Hasan Minta Pemerintah Tegas Bikin Larangan Mudik

Ilustrasi-Arus Mudik 2019
Arus Mudik 2019 Ilustrasi-Arus Mudik 2019

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Syarief Hasan meminta pemerintah membuat larangan mudik Lebaran untuk mencegah penularan virus korona yang kian mengkhawatirkan.

"Kebijakan pelarangan tersebut berlaku kepada semua tanpa kecuali," kata Syarief melalui pernyataan tertulis yang diterima, Minggu (19/4/2020).

Politikus Partai Demokrat itu mengingatkan larangan mudik harus diterapkan agar penularan COVID-19 tidak menjadi-jadi akibat migrasi besar-besaran saat mudik.

Apabila mudik diperbolehkan, katanya, akan berpotensi meningkatkan penyebaran virus korona menjadi 200 ribu orang.

Saat ini yang masih jauh menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah saja masyarakat sudah masif melakukan mudik.ke kampung halaman.

Mereka mudik, kata dia, bisa jadi terkena dari imbas peraturan seperti work from home (WFH), physical distancing, dan penutupan tempat usaha yang sebenarnya kebijakan itu diterapkan agar penularan COVID-19 bisa dikendalikan.

Adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) semakin memperbanyak masyarakat yang berada di kota-kota besar untuk mudik ke kampung halaman masing-masing.

Jika kondisi demikian dibiarkan tentu akan semakin membahayakan dari proses penyebaran COVID-19, lanjut dia, sebab sudah terbukti banyak pekerja informal yang datang dari kota-kota besar ke kampung halamannya menularkan COVID-19 kepada saudara, tetangga, bahkan tenaga kesehatan dan dokter yang berada di kampung asalnya.

Untuk itu, mantan Menteri Koperasi dan UKM itu meminta pemerintah dengan tegas memutuskan pelarangan mudik tahun ini, mengingat kondisi darurat pandemik COVID-19 semakin menghawatirkan.

Berdasarkan update data COVID-19 pada Sabtu, 18 April 2020 sudah mencapai 5.923 kasus, sehingga Syarief menyebut jangan sampai karena tidak ada ketegasan dari pemerintah terkait dengan mudik menjadikan penyebaran virus Corona semakin meluas.

"Karena ada kemungkinan pemudik akan menjadi pembawa virus tanpa disadari," ujarnya.

Selain itu, Syarief mendorong agar pemerintah membuat jaring pengaman sosial untuk rakyat bila larangan mudik dikeluarkan.

Sementara itu, Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, menyebutkan 56 persen masyarakat sudah menyadari akan bahaya virus Corona.

Penulis: Redaksi

Baca Juga