Tahun Ini, Pasar Ramadhan Dilarang di Morowali

Wakil Ketua KPP Partai Demokrat Kabupaten Morowali, Azis Kabaratta, Ramadhan
Wakil Ketua KPP Partai Demokrat Kabupaten Morowali, Azis Kabaratta, Ramadhan

AKURATNEWS - Bulan suci Ramadhan sudah "didepan mata". Tidak lama lagi, umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Antusias masyarakat menyambut bulan yang penuh berkah mulai nampak. Kondisi ini pun tak luput terjadi di Morowali.

Pasar-pasar mulai ramai dipadati masyarakat yang hendak mempersiapkan kebutuhan jelang Ramadhan. Tidak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tak ketinggalan memberikan layanan hasil kreasi mereka.

Untuk Indonesia, bahkan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pelaku UMKM adalah kelompok yang paling besar jumlahnya dan memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi, serta tahan terhadap gonjangan krisis ekonomi, termasuk di masa pandemi Covid 19 saat ini.

Selaras dengan visi dan misi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali, yakni Morowali Sejahtera Bersama. Guna menunjang target capaian, maka sudah menjadi keharusan Pemkab Morowali memberikan penguatan kepada pelaku UMKM.

Menurut Wakil Ketua KPP Partai Demokrat Kabupaten Morowali, Azis Kabaratta, Ramadhan adalah momentum baik bagi pelaku UMKM. Mereka memberikan layanan hasil kreasi dengan aneka masakan minuman siap saji sebagai menu buka puasa. "Fenomena ini sudah menjadi tradisi, khususnya di Morowali," katanya.

Disebutkannya lagi, pada Ramadhan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan adanya Surat Bupati Morowali Nomor 1885/D399/DAGPERIN/III/2021, Perihal imbauan Pelaksanaan Pasar Ramadhan 1442 H yang melarang pelaksanaan Pasar Ramadhan terpusat dan hanya diperbolehkan di depan rumah saja.

"Jika dibandingkan sebagai langkah memutus matarantai penularan Covid 19, pasar harian dan pasar malam aktifitasnya sama. Bahkan Pasar Ramadhan waktunya singkat antara pukul 15.00-16.50 Wita, kurang lebih 3 jam saja," tulisnya melalui rilis, Minggu (04/04/2021).

Olehnya, ia berharap kepada Pemda agar meninjau dan mengevaluasi kembali surat edaran tersebut. Sehingga pasar Ramadhan bisa berjalan sebagaimana biasanya, dengan tetap mematuhi standar dan prosedur kesehatan yang benar.

"Pencegahan Covid 19 tetap berjalan, tapi masyarakat juga bisa mendapatkan rezeki dari adanya pasar Ramadhan tersebut," tandasnya.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga