Tak Ada Biaya Pemulangan Jenazah, TKW Asal Indramayu Dikuburkan di Arab Saudi

Naswan (43) memperlihatkan foto almarhum Wastinih meninggal di Arab Saudi.
Naswan (43) memperlihatkan foto almarhum Wastinih meninggal di Arab Saudi.

Indramayu, Akuratnews.com- Cerita dari seorang Pekerja Migran Indonesia bernama Wastinih (40) yang meninggal dunia di Arab Saudi pada 9 Agustus 2020.  Alasan tak ada biaya janazahnya sempat tersimpan selama 18 hari dirumah sakit dan terpaksa dikuburkan di negara tersebut.

Beban duka yang mendalam dirasakan keluarga almarhum Wastinih, Naswan(43) kakak kandung Wastinih dengan raut muka sedih menyebutkan, janazah adik kandungnya telah dikuburkan di Arab Saudi. Pihak keluarga merasa sedih karena tidak mempunyai biaya untuk pemulangan janazah ke Indramayu.

Hal ini diketahui kata Naswan, dari keterangan perekrut atau sponsor yang beberapa hari yang lalu mendatangi kediaman rumah duka.

" Kata sponsor untuk biaya pemulangan janazah dibebankan kepada pihak keluarga tentu saja kami tidak mempunyai uang karena kami hanya seorang petani, " kata Naswan, Sabtu (29/08/2020).

Hal ini diketahui kata Naswan, dari keterangan perekrut atau sponsor yang beberapa hari yang lalu mendatangi kediaman rumah duka.

Masih Naswan, keluarga awalnya berharap janazah Wastinih bisa dikuburkan ke kampung halamannya di Desa Pondoh RT 04 RW 03 Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Namun apalah daya, dengan berat hati  akhirnya keluarga yang sederhana itu merelakan Wastinih dikubur di Negara Raja Salman tersebut.

" Walaupun dikubur di sana kami ikhlas dan akan selalu mendoakannya. Semoga almarhumah di luaskan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya, amin Ya Allah, ” tuturnya.

Akuratnews.com berusaha menelusuri siapa perekrut dari almarhumah Wastinih yang dianggap tidak bertanggungjawab.

Diketahui dari beberapa sumber, perekrut atau sponsor yang merekrut calon PMI ke negara Timur-Tengah di daerah Indramayu sangat banyak.

Salah satu perekrut adalah seorang wanita dengan inisial R warga Kecamatan Karangampel Indramayu.  Dia sosok sangat dikenal dikalangan sponsor di wilayah Indramayu. Menurut sumber kami, melalui dialah almarhumah Wastinih direkrut.

Dalam menjalankan aksinya, ia bekerja tidak sendirian mempunyai jaringan anak buah sponsor yang tersebar di desa- desa. Para anak buahnya itu diberikan inventeris berupa kendaraan roda dua dan juga roda empat untuk operasional perekrutan.

Dari jaringan inilah ia bisa merekrut para wanita di desa yang ingin bekerja ke Arab, Yaman, Irak, Suriah dan lain sebagainya dengan iming-iming gaji besar dan resmi.

Dari perekrutan calon PMI  anak buah R diberikan imbalan yang lumayan besar. Dan si calon akan diberangkatkan untuk di antarkan ke seorang wanita inisial N di Jakarta. Dari N inilah para calon PMI ditampung sebelum diberangkatkan ke negara tujuan tanpa jalur resmi.

" Jika mendapat satu calon PMI ke Timur – Tengah dan diserahkan ke R, maka imbalannya bagi perekrut Rp 10 juta hingga Rp 20 juta , ” kata sumber tersebut.

Sumber di Polres Indramayu mengatakan, kasus R dkk sudah banyak laporan yang masuk. Bahkan menurutnya, R sudah jadi target operasi.

Penulis:

Baca Juga