Tak Berdaya Hadapi Kapal China di Natuna, Susi Sindir Prabowo-Luhut

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyindir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang bersikap lembek menghadapi kapal China di Perairan Natuna.

Sindiran Susi tersebut terlihat dari sejumlah cuitannya di media sosial twitter miliknya @Susipudjiastuti, bahkan untuk menyatakan langsung kepada salah satu menteri soal kasus tersebut, Susi meretwitt komentar pengikutnya @LinaPAnandya.

“Disaat kedaulatan bangsa terganggu oleh ulah bangsa lain, dua jenderal kita kehilangan semangat patriotiknya,” cuit @LinaPAnandya yang diretwitt Susi dalam akunnya.

Tak hanya itu, Susi juga menyatakan persahabatan antar negara tentunya tidak boleh melindungi pelaku pencurian ikan dan penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF).

Sebab, IUUF adalah kejahatan kriminal dan kejahatan lintas negara, sehingga tentunya China tidak mungkin dan tidak boleh melindungi para pelaku IUUF.

Susi menyebut langkah diplomatis yang diambil pemerintah kurang tepat. Dikatakan Susi, hubungan baik Indonesia-China di bidang ekonomi, khususnya investasi, bukan alasan untuk bersikap tegas pada Beijing.

“Pisahkan dan bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!. Bedakan pencurian ikan dengan persahabatan antar negara,” tegas Susi

Masuknya kapal China ke perairan Indonesia sudah sangat jelas melanggar kedaulatan laut. Sehingga, telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal China di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Selain itu, masuknya kapal China ke dalam ZEE Indonesia juga sudah melanggar hukum internasional yang sudah disepakati melalui Unclos 1982, di mana dalam perjanjian hukum tersebut ada China di dalamnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga