Tak Berkutik Lawan Covid-19, Yakuza Kini Jualan Masker

Tokyo, Akuratnews.com - Negeri Sakura Jepang juga terkenal dengan kelompok sindikat kriminalnya yang bernama Yakuza.

Kelompok ini terkenal mendunia sebagai kelompok penjahat yang gagah berani bahkan cenderung bengis saat melakukan tindakan ilegalnya.

Namun, boleh percaya atau tidak, semenjak wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, anggota Yakuza pun tak berkutik melawannya.

Jake Adelstein, reporter investigasi yang berbasis di Tokyo san telah meliput Yakuza selama kurang lebih 25 tahun kepada Sky News mengatakan, banyak anggota Yakuza ternyata takut dengan virus Covid-19.

Memang tak sedikit, anggora Yakuza yang telah berusia lanjut dan berisiko tertular virus Covid-19. Hal itu menyebabkan banyak dari mereka yang terpaksa tinggal di dalam rumah, dan meringkuk ketakutan.

"Ini menunjukkan betapa rapuhnya mereka sebagai manusia, terlepas bahwa mereka juga adalah seorang penjahat dan kriminal kelas atas," ujar Jake, baru-baru ini.

Tak hanya takut dengan virus Covid-19, kelompok Yakuza ini pun mengalami dampak hebat pada bisnisnya.

Dilansir dari Daily Star, Jumat (15/6), kelompok kejahatan paling terkenal di Jepang ini mengalami krisis ekonomi karena penghasilannya terjun bebas.

Selama ini, Yakuza menjalankan bisnis kejahatan terorganisir yang menghasilkan uang melalui 'shinogi' yang dalam istilah Jepang diterjemahkan sebagai 'keramaian'.

Mereka melakukan sejumlah tindakan ilegal, seperti pengedaran narkoba, pelacuran, pemerasan dan premanisme.

Namun tentu saja, dengan pandemi Corona ini bisnis ini macet dan membuat mereka harus memutar otak untuk menghasilkan uang dengan cara berbeda.

"Mereka tidak bisa mengumpulkan uang jatah preman dari klub malam, bar, atau tempat dengan reputasi buruk yang membutuhkan perlindungan mereka," tulis Daily Star.

"Salah satu hal yang kini terpaksa mereka lakukan adalah menjual masker, dengan harga tinggi sebagi bisnis kecil mereka. Tapi itu tidak terlalu menguntungkan untuk sekelas geng," lanjut Daily Star.

Kini, kelompok Yakuza hanya bisa bergantung pada anggotanya yang lebih muda untuk mencari uang.

Yakuza bahkan pernah menawarkan diri untuk mengirim kelompoknya membersihkan kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama pada Februari lalu. Namun, pemerintah Jepang menolak tawaran tersebut.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga