Tak Hanya Pendidikan, YAPI Juga Ikut Sehatkan Anak Bangsa

AKURATNEWS - 70 tahun sudah, Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) melahirkan begitu banyak kader bangsa yang kini berkiprah dalam berbagai bidang.

Asrama mahasiswa menjadi salah satu bukti YAPI yang selalu mengedepankan pentingnya pendidikan. Ada tiga asrama putra yang dibangun, yakni Asrama Sunan Gunung Jati, Asrama Sunan Giri, Asrama Wali Songodan dan satu Asrama Putri YAPI yang pembangunannya masih dalam proses.

Bukti lainnya adalah berdirinya layanan pendidikan yang terletak di beberapa kawasan sejak 1990-an, layanan pendidikan di antaranya Playgroup Sakinah, TK Islam Al Azhar 13, SD Islam Al Azhar 13, SMP Islam AlAzhar 12 Rawamangun, SMP Islam AlAzhar 55 (Jatimakmur-Bekasi), dan STEBank Islam Mr.Prawiranegara.

“Tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan, YAPI juga memiliki tanggung jawab sosial lain dengan mengedepankan kepedulian kepada sesama," papar Kunrat Wirasubrata, Ketua Umum YAPI di Jakarta, Jumat (27/5).

"Ini yang menjadi misi kami untuk menggelar serangkaian kegiatan yang salah satunya adalah kegiatan sosial donor darah, santunan dan pemeriksaaan yatim,”  jelasnya.

Dalam milad tahun ini, YAPI secara khusus mengadakan aksi bakti sosial ini. YAPI pun menggandeng PMI cabang Jakarta Timur untuk mensukseskan acara ini. Acara ini berhasil mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Tidak sedikit yang mengungkapkan rasa senangnya setelahnya.

Salah satunya adalah Sayuti, 70, yang juga merupakan Alumni YAPI, sudah melakukan donor darah ke-112.

“Alhamdulillah saya selalu menyempatkan diri untuk mendonorkan darah kegiatan ini sekaligus beramal dan membantu sesama. Selain itu, saya bisa mengatur pola hidup sehat, cara makan sehat agar selalu dalam kondisi sehat baik pikiran maupun fisik," jelasnya.

Perwakilan PMI Jakarta, dr. Endang Pratiwi juga menyatakan puji syukur atas kegiatan donor darah yang diselenggarakan YAPI setelah masa pandemi yang mulai surut.

“Selain mendapatkan pahala karena membantu sesama, dari segi kesehatan donor darah dapat membantu mempercepat proses regenerasi sel-sel darah merah (proses baru pembentukan sel darah merah). Sehingga membuat badan terasa lebih fit setelahnya, dan juga dapat membantu mengurangi risiko mengalami penyakit jantung koroner,” jelasnya.

Dikatakannya, selama masa pandemi Covid-19, cadangan darah di PMI menurun hingga 20 persen dan sangat tergantung pada keluarga pasien, teman dan lainnya karena ada larangan untuk berkumpul sehingga kegiatan donor darah massal ditiadakan.

Di kesempatan ini, dr Endang juga memberikan tips agar tidak usah takut untuk menjadi donor darah.

“Luruskan atau kuatkan niat. Dan pikirkan bahwa satu kantong darah dapat membantu sekitar tiga pasien yang membutuhkannya. Jangan lupa, dengan donor darah bisa membantu sesama dan menyelamatkan nyawa orang lain berarti Anda sudah menjadi superhero,” ujarnya.

Sebelum mendonorkan darahnya dokter akan melakukan skrining tertentu yang mencakup berat badan, kadar Hb, tekanan darah dan skrining ada tidaknya riwayat 4 penyakit yakni hepatitis B, hepatitis C, HIV dan sifilis.

YAPI serasa tak membatasi kegiatannya hanya dengan aksi sosial donor darah. Santunan anak yatim juga dirangkai dalam ulang tahun ke-70 YAPI dan Halal Bihalal 1443 H Keluarga Besar YAPI ini. Tak hanya menyantuni, YAPI berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak-anak yatim, yang meliputi tinggi badan, berat badan, kondisi gigi, dan mata.

Dokter Intan Syahnaz L dan dr.Cut Aigia juga hadir untuk melakukan serangkaian pemeriksaan tersebut.

“Pemeriksaan kesehatan dasar ini untuk skrining kesehatan anak-anak usia 6-18 tahun, pemeriksaan fisik ini meliputi beberapa bagian tubuh untuk mendeteksi apakah ditemukan masalah kesehatan pada anak yang nantinya perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Status gizi juga dapat dinilai dari nilai berat badan, dan pemeriksaan pada beberapa bagian tubuh," ujar dr.Intan. .

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga