Hukum Syariat Islam

Tak Ingin Dirajam Sampai Mati, Kaum LGBT di Brunei Kabur

Brunei meminta semua pihak menghormati hak negaranya dalam membuat dan menerapkan hukum sendiri.

Bandar Seri Begawan, Akuratnews.com - Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam telah menerapkan hukuman rajam sampai mati pelaku seks sesama jenis. Hukuman itu diberlakukan mulai hari ini, Rabu (3/4/2019).

Diketahui sejak tahun 2013, Brunei telah menerapkan hukum Syariat Islam yang diberlakukan dengan sangat ketat di negara itu, sejak itu, banyak orang-orang dari komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) pergi meninggalkan Brunei karena ketakutan akan dirajam sampai mati.

Meski sejak 2013 menerapkan hukum Syariat Islam, namun baru hari ini, Brunei menerapkan hukum Rajam sampai mati.

Kerajaan di pulau yang menjadi satu dengan Kalimantan itu, tak peduli dengan tekanan dari dunia Internasional terutama negara yang mendukung LGBT. Brunei meminta semua pihak menghormati hak negaranya dalam membuat dan menerapkan hukum sendiri.

Mengutip pernyataan, Khairul, seorang pria homo (LGBT) di Brunei seperti dikutip situs CNN menyatakan ketakutannya.

"Ini benar-benar menakutkan," kata Khairul saat dia dan pelaku LGBT lainnya diwawancarai tentang masalah hukum rajam dengan meminta agar identitas asli mereka dirahasiakan dengan alasan keselamatan diri mereka dan keluarga mereka.

Khairul menyatakan, dia pikir dia tidak akan diterima. Dia juga takut keluarga akan memgirimnya ke konseling agama, untuk membantu dia berubah. Namun berbicara Rajam sampai mati, Khairul menyatakan hukuman itu lebih buruk dari yang dia pikirkan.

Sementara, seorang Wanita transgender yang minta diidentifikasi sebagai Zain melarikan diri dari Brunei pada akhir 2018. Saat ini asdang mencari suaka di Kanada.

Zain mengatakan ingin menjalani hidup dengan caranya sendiri. Dia ingin menjadi wanita seorang wanita. Zain merasa, di bawah hukum Syariah, dirinya akan didenda, dicambuk dan dipenjara. Zain menyerukan pelaku seks sesama jenis lainnya untuk meninggalkan negara itu.

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga