Tak Merata, Marbot Jakarta Pusat Pertanyakan Dana Insentif

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah marbot (pengurus) masjid dan mushalla di Jakarta Pusat ada yang belum menerima dana insentif.

Kabar tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri sedikitnya 20 marbot masjid dari berbagai kecamatan di Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

"Sejak 2016 sudah tidak teirma lagi uang insentif marbot. Sebelumnya terima kisaran Rp2 jutaan per tahun," ujar Dannu, marbot Masjid Al Ikhlas, Cempaka Putih saat pertemuan.

Tak hanya Dannu, H. Marzuki marbot dari Masjid As Syuhada juga belum menerima insentif sejak 2014. Sementara Sukirman dari Masjid Nurul Islam belum menerima dana insentif sejak 2019.

"Intinya tidak semua kebagian, atau tidak merata. Awal kejadian, berdasarkan pemberitahuan dari Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Wilayah DKI, bahwa dana insentif marbot akan diberikan kepada yang berhak menerima,” ujar Dannu menceritakan kronologis yang dialaminya.

“Namun sejak 2016 sampai dengan 2019, saya cek di rekening Bank DKI Syariah, sebagai penerima dana tersebut tidak ada,” imbuh Dannu seraya menunjukkan surat pernyataan dari para marbot masjid dan rekening miliknya yang kosong.

Ia menambahkan bahwa dana insentif seharusnya mereka terima setiap tahunnya, meski jumlahnya bervariasi. Hanya saja, belakangan aliran dana insentif tersebut menjadi tersendat. Tercatat sekitar 120 marbot di Jakarta Pusat belum kebagian dana insentif ini.

Masalah ini sudah kerap mereka pertanyakan ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Jakarta Pusat, namun tak pernah ada kejelasan.

“Kira-kira lima kali kami pernah menanyakan perihal tersendatnya aliran insentif marbot masjid di wilayah Jakarta Pusat ini ke DMI Wilayah DKI, namun saya belum ada jawaban yang pasti sampai saat ini,” ujar Endang Abdul Kholik, Wakil Ketua Cabang DMI Kecamatan Johar Baru.

Untuk diketahui, para marbot masjid dan mushala mendapat Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang didalamnya ada dana insentif setiap tahun yang rutin diterima oleh 500 marbot di Jakarta Pusat. Dan beberapa tahun belakangan ini dana insentif ini sering tersendat dan tidak merata.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga