Tak Terjamah Covid-19, Ini Rahasia dan Ramuan Ajaib Baduy

AKURATNEWS - Baru-baru ini, terungkap rahasia mengapa warga Baduy tak pernah terpapar atau positif Covid-19. Selain lantaran jauh dari kata bermalas-malasan dan selalu menuruti perintah ketua adat, warga Baduy juga punya ramuan ajaib penguat imunitas tubuh mereka.

Ramuan mirip punya Asterix dan Obelix kah?

Ternyata bukan, ramuan ajaib itu adalah ramuan jahe-jahean hangat. Ramuan ini ternyata telah lama membantu mereka menguatkan sistem imunitas mereka.

"Semua warga Baduy sudah dilakukan pencegahan penularan virus Covid dengan minum ramuan tradisional dari cikur dan jahe merah," kata Ketua Adat Kanekes, Jaro Saija baru-baru ini.

Sebelumnya, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira mengungkapkan rahasia mengapa warga Baduy belum ada yang terpapar Covid-19 hingga saat ini.

Ia menyebut, pola kebiasaan masyarakat Baduy yang tidak dipraktekkan masyarakat kota pada umumnya menjadi rahasianya.

"Kita perlu kita contoh warga yang sangat terikat kekeluargaannya, hubungan antar manusia, hubungan adat dan ketua adat," ujar dr Tirta.

Dikatakannya, warga Baduy patuh pada ketua adat. Jika ketua adat bicara A, maka semua warga patuh. Maka dari itu mobilitas warga bisa dikontrol.

"Mereka juga dikenal selalu menjauhi perdebatan, bagi mereka yang penting jaga kesehatan," ujarnya.

Dr Tirta pun menegaskan bahwa gaya hidup dari masyarakat Baduy jauh dari kata bermalas-malasan.

"Mereka selalu menjauhi gaya hidup bermalas-malasan atau rebahan, inilah salah satu faktor risiko yang meningkatkan comorbid, dan faktor tidak sehat. Beda dengan warga ibu kota besar, kerja selalu pakai AC sentral, sering rebah-rebahan," pungkasnya.

Sebelumnya, dr Maytri Nurmaningsih, Kepala Puskesmas Cisimeut, Kabupaten Lebak, Banten mengatakan hingga kini masyarakat Baduy belum ada yang terkena Covid-19.

"Betul sampai saat ini kita tidak menerima satu pun kasus Covid di masyarakat Baduy. Ini berlaku sejak pandemi tahun 2020 sampai sekarang bulan Juni 2021," ungkap dr Maytri, Sabtu (3/7).

"Satu pun tidak pernah teridentifikasi terpapar virus corona," sambung Kepala Puskesmas tersebut.

Dr Maytri pun menjelaskan bahwa sejak bulan Maret 2020 lalu, pemerintah setempat telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Baduy secara intens.

"Khususnya masyarakat Baduy, penjelasannya harus detail, dan info yang sangat dasar sekali. Mereka tidak bisa disamakan dengan desa-desa lainnya. Dan sampai detik ini mereka sudah mengerti kok cara cuci tangan, pakai masker, dan sebagainya," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga