Tambang Diduga Rusak Makam Umum di Sinjai, ini Klarifikasi Pengusaha

Lokasi tambang galian C di Dusun Baccara, Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS
Lokasi tambang galian C di Dusun Baccara, Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Sejumlah warga keluhkan aktivitas tambang galian C, yang diduga merusak fasilitas tempat pemakaman umum di Dusun Baccara, Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (8/6/2021).

Warga mengeluh lantaran aktivitas tambang yang dilakukan oleh pengusaha, mengakibatkan longsor pada sejumlah makam yang tepat berada didekat lokasi tambang.

Rola Suryanama selaku perwakilan warga kemudian protes dan meminta instansi terkait menghentikan aktivitas pengusaha tambang. Apalagi menurutnya, penambangan tersebut diduga tidak memiliki izin.

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, Zainal yang ditemui terkait persoalan penambangan tersebut, mengaku telah meninjau langsung dampak penambangan dimaksud.

"Setelah melihat kondisinya di lapangan, kami memang menemukan ada teknis penambangan yang tidak sesuai berupa kedalaman, dan pengikisan lereng bukit penambangan hingga berakibat ada dampak yang timbul," ungkapnya.

Zainal menuturkan bahwa pihaknya ke lokasi sebagai bentuk tanggungjawab, sebab izin sebelumnya telah dikeluarkan DLHK Sinjai pada 2018 lalu.

"Kalau soal izin dari lingkungan hidup, ada kami terbitkan di tahun 2018. Setelah mengecek di lokasi tadi, maka ada beberapa catatan atau rekomendasi dikeluarkan untuk menjadi perhatian pihak pengusaha tambang," bebernya.

Sementara pengusaha tambang PT. Tamara Multi Karya Sinjai, Chaeril Anwar yang juga ditemui terpisah mengaku bahwa pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan masyarakat di lokasi tambang, termasuk memperbaiki makam yang rusak.

"Harapan warga setempat siap kami penuhi, misalnya menanggul antara area pekuburan dan lokasi kami," kata mantan Anggota DPRD Sinjai ini.

Hanya saja Chaeril menegaskan bahwa dirinya tidak akan menutup usaha itu. Sebab usaha tersebut telah memiliki izin dari Pemerintah Sulawesi Selatan yang menangani izin pertambangan.

"Yang penting masyarakat tidak meminta aktifitas tambang kami ditutup, karena lokasi kegiatan penambangan kami sudah ada izinnya," kata mantan politisi PKB Sinjai ini.

Sebelumnya, keluhan ini mengemuka setelah perwakilan warga dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) mendatangi Kantor DPRD Sinjai Senin (7/5/2021) kemarin.

Keluhan atau aspirasi ini diterima langsung Anggota Komisi I DPRD Sinjai, yaitu Muhammad Wahyu, Hj. Nurbaya Toppo, dan Zahra Usman.

Menanggapi aspirasi, Muhammad Wahyu mengaku akan menyampaikan ke pimpinan dan menindaklanjutinya dalam waktu dekat.***

Penulis: Ashari

Baca Juga