Tamiang Layang Belum Memiliki Jalur Pedestrian yang Nyaman

Pemandangan dari sebuah trotoar di salah satu sudut kota kecil Tamiang Layang. Mestinya, lebih banyak lagi trotoar dibangun dengan mengedepankan kenyamanan bagi para pejalan kaki.
Pemandangan dari sebuah trotoar di salah satu sudut kota kecil Tamiang Layang. Mestinya, lebih banyak lagi trotoar dibangun dengan mengedepankan kenyamanan bagi para pejalan kaki.

AKURATNEWS - Meski terus membangun dalam rangka mewujudkan tata kota yang lebih baik, namun Tamiang Layang masih belum mempunyai jalur khusus pejalan kaki yang ideal. Beberapa tamu dari luar kota yang kebetulan singgah di ibukota Kabupaten Barito Timur, memberi masukan, alangkah idealnya apabila jalur trotoar yang sudah ada, dapat lebih menyentuh ditingkatkan lagi.

“Sekadar masukan ya? Kalau mau kota kecil ini bertambah nyaman bagi para ekspatriat ataupun wisatawan yang datang, trotoarnya harus lebih ditingkatkan lagi. Yang ada ini sih bukan tidak bagus. Tapi masih belum memberikan perasaan nyaman bagi orang yang singgah di sini dan tidak membawa kendaraan seperti saya dan teman-teman ini. Kalau trotoarnya ditambah, diberi sentuhan lagi seperti ada bangku taman, lampu yang memadai, dan sebagainya, saya kira, Tamiang Layang akan lebih cantik lagi,” tutur Widjonarko, seorang penggelut usaha showbiz yang mampir di Tamiang Layang selama beberapa hari, ketika diajak ngobrol tadi siang (Kamis, 25/11)

Pendapat senada dilontarkan Anthony, seorang wisman asal Spanyol yang tidak sengaja bertemu, sedang jalan-jalan mencari kudapan di sebuah gerai makanan ringan.

“Nice. But this little town doesn’t have a pedestrian track. It supposed to be (Bagus. Tapi kta kecil ini tak punya jalur pedestrian. Harusnya ada),” ujar lelaki berewok yang mengaku hanya dua malam di kota kecil bersemboyan “Tamiang Layang Kota Manuwu” (Tamiang Layang Kota Yang Indah) tersebut.

Sebenarnya, dari sebulan yang lalu, media ini ingin mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Barit Timur, Yumail Paladuk, ngobrol lebih jauh soal jalur pedestrian. Tapi yang bersangkutan, tidak merespon chat WA yang ditujukan untuk mengonfirmasi kesempatan waktu bertemu.

Menurut salah seorang stafnya saat itu, sang atasan sedang ada peninjauan di lapangan. Namun sampai berita ini dimuat, meski bertanda centang biru yang berarti telah dibaca, Yumail tidak juga menjawab. Padahal, bertemu dengan yang bersangkutan di kantor, hampir tidak pernah. Bahkan dalam kurun waktu selama dia menjabat sebagai kepala dinas hingga detik ini, tidak pernah ketemu, apalagi berkomunikasi.

Jalur pedestrian sendiri adalah jalur khusus bagi orang berjalan kaki. Jalur pedestrian pada saat sekarang dapat berupa trotoar, pavement, sidewalk, pathway, plaza dan mal. Di Tamiang Layang, trotoarnya sebenarnya sudah dibangun dengan bahan yang standar.

“Ya kalau bicara soal aman, jalur yang ada di Tamiang Layang pun sesungguhnya sudah ideal. Karena jalur pedestrian yang baik harus dapat menampung setiap kegiatan pejalan kaki dengan lancar dan aman. Tidak kacau seperti di Jakarta, yang malah dilewati sepeda motor. Sayang, sepertinya kalau melihat, orang-orang di sini tidak terbiasa berjalan kaki ya? Mungkin saja karena pohon-pohon yang kurang, atau kontur jalannya tidak semua landai. Tapi berbukit,” imbuh Widjonarko lagi.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga